Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Mohon Maaf, Bapak Saya Pecat!

KAMIS, 18 JANUARI 2018 | 12:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ekonom senior Dr. Rizal Ramli bercerita tentang bagaimana dia "mengkepret" alias memecat pejabat nakal saat menjabat kepala Badan Urusan Logistik (Bulog).

"Saya kasih contoh waktu 16 tahun lalu, saya masih jadi kepala Bulog. Pada waktu itu, saya ingin berkunjung ke Karawang, bertemu petani sekitar jam 12 siang," kata RR membuka ceritanya dalam satu diskusi di Jakarta, belum lama ini.

Di lokasi kunjungan, RR bertanya kepada para petani berapa harga gabah, mereka kompak menjawab Rp 2.500.


"'Wah, hebat sekali anak buah saya'. Karena pemerintah kan maunya waktu panen patok harga gabah lumayan, supaya petani untung. Mereka (petani), (harga gabah) Rp 2.500. Saya pikir, hebat bangat, sesuai dengan target-target kita," ujar Menko Prekonomian era Presiden Gus Dur ini.

Tiba-tiba, lanjut RR, masuk telepon dari asistennya di lapangan. "Pak ini di radius 5 km, harganya Rp 2.100," kata sang asisten melaporkan.

Dia pun bertanya-tanya, bagaimana kejelasannya di sini Rp 2.500, di sebelah tidak jauh hanya radius 5 km harganya Rp 2.100.

"Saya tahu, saya dikadalin," sebut RR.

Akhirnya, dia meminta kepada semua pejabat Bulog untuk kumpul dan ngadem di bawah pohon. Bersama dia hanya ada petani dan wartawan.

"Saya ulangi lagi pertanyaanan kepada petani, 'Pak harga gegabah berapa hari ini?'. 'Rp 2.500 Pak'. 'Kalau kemarin berapa Pak ya harganya?'. 'Oh, kalau kemarin Rp 2.100 Pak'. 'Tadi pagi berapa, jam 9, harganya?'. 'Kalau tadi pagi jam 9 harga gabah Rp 2.100'. 'Loh, kapan harga gabah Rp 2.500?'. 'Hanya 2 jam sebelum Bapak datang," papar RR meniru dialognya dengan petani.

"Pejabat Bulog pada bingung. Malu dan rusak dong kalau pejabat Indonesia seperti ini," kata RR.

"Saya panggil pejabat Bulognya, daerah satu, Karawang. 'Saya mohon maaf, Bapak saya pecat'. Supaya kasih shock therapy. Tell me the truth, so we can solve the problem. Jangan kasih laporan yang cuma bikin senang saja. Walau pun kemudian saya angkat lagi, tapi saya turunkan ke Bulog kelas III. Saya kasih shock therapy, tell me the truth!" sambungnya.

Padahal, ungkap RR, dalam rapat-rapat dengan pejabat, dilaporkan tidak ada malasah dan semua beres.

"Tapi kok rakyat komplain, berarti ada yang tidak beres dong. Makanya, lebih bagus kita dengarkan apa yang sesungguhnya, kemudian kita perbaiki," pungkas mantan Menko Maritim ini. [rus]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya