Berita

Deddy Mizwar/Net

Nusantara

PILGUB JABAR

Deddy Mizwar Paling Sering Diperbincangkan, Lalu Ridwan Kamil

SENIN, 15 JANUARI 2018 | 11:08 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pilkada Serentak 2018  tidak saja melibatkan kampanye konvensional melalu media massa, namun juga media sosial.

Masyarakat membicarakan kandidat calon kepala daerah melalui saluran-saluran yang mereka miliki atau yang mereka bisa akses. Media sosial merupakan wadah bagi publik untuk mendapatkan informasi maupun berbagi opini tentang profil calon pemimpin mereka.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh perusahaan media intelijen berbasis di Australia, Isentia, dalam konteks Pilgub Jawa Barat, petahana Deddy Mizwar mendapatkan porsi pembicaraan tertinggi dibanding kandidat lain.


Menurut Country GM Manager Isentia Indonesia, Luciana Budiman, hal ini didorong karena faktor popularitasnya sebagai artis kawakan dan juga keaktifan di media sosial.
 
"Kami memantau dari tanggal 1 hingga 10 Januari 2018 tentang kandidat yang paling sering dibicarakan. Di bawah Deddy Mizwar yang mendapatkan 4291 perbincangan, ada Walikota Bandung Ridwan Kamil sebanyak 4238 buzz. Perbedaannya sangat tipis, yaitu 33.84 persen untuk Demiz dan 33.42 persen untuk Kang Emil," tuturnya dalam keterangannya, Senin (15/1).
 
Adapun kandidat lain, tambah Luciana, perbedaannya terpaut cukup jauh dengan keduanya. Petahana lain seperti Dedi Mulyadi hanya dibicarakan sebanyak 15.43 persen atau 1957 pembicaraan.
 
"Namun yang cukup mengejutkan adalah Sudrajat atau Kang Ajat. Sebelumnya, nama mantan petinggi TNI ini tidak terdeteksi oleh radar calon gubernur. Namun setelah dideklarasikan, pembicaraan mengenai profilnya terkumpul sebanyak 1987 buzz atau 15.67 persen dalam waktu 10 hari. Ini cukup tinggi bagi kandidat yang sebelumnya tidak pernah diberitakan media sebagai calon gubernur," paparnya.
 
Adapun Ahmad Syaikhu, kandidat calon wakil gubernur yang mendampingi Sudrajat, dibicarakan sebanyak 208 buzz atau 1,64 persen.
 
"Besar kemungkinan di periode-periode selanjutnya akan bertambah karena Ahmad Syaikhu adalah petahana di Bekasi. Apalagi Bekasi juga merupakan kota yang sering diberitakan oleh berbagai media," ungkapnya.
 
Selain nama kandidat, Isentia juga merilis data mengenai sumber pembicaraan tentang cagub dan cawagub Jabar tersebut. Sumber terbesar berasal dari Facebook dan diikuti oleh portal berita. Sedangkan forum online dan blog hanya berkontribusi di bawah 25 buzz tentang pilgub di tanah Pasundan itu. [rus]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya