Berita

RMOL

Politik

Djan Dan Romi Diberi Tenggat Satu Bulan Harus Islah

SELASA, 09 JANUARI 2018 | 17:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Secara biologis, 45 tahun merupakan usia yang matang bagi seseorang. Di usia ini, baik laki-laki maupun perempuan, seharusnya sudah dalam keadaan mapan karena fase hidupnya sudah on the right track.  

Namun hal berbeda ditunjukkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Partai berlambang Kabah yang genap berusia 45 tahun pada 5 Januari 2018 itu justru terlilit masalah dualisme kepengurusan.

Atas alasan keprihatinan terhadap nasib partai, Wakil Ketua Umum Korbid Politik dan Keamanan DPP PPP dari kubu Romahurmuzy Tamam Achda membentuk gerakan yang bertujuan mengembalikan PPP ke khittah perjuangan dan islah nasional.


Dia menjelaskan bahwa gerak langkah PPP sejak beberapa tahun terakhir sudah semakin jauh dari prinsip-prinsip perjuangan sebagai partai yang mewadahi aspirasi umat Islam.

"Di samping itu, fakta di lapangan menunjukkan adanya konflik struktural dan kepengurusan kembar dari tingkat pusat sampai cabang, bahkan hingga anak cabang," ujarnya saat jumpa pers di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (9/1).

Paling parah, sambung Tamam, dualisme telah membuat kepercayaan kalangan umat Islam yang menjadi basis kostituen PPP menurun. Jika kondisi ini tidak segera dibenahi PPP akan tergelincir di Pemilu 2019.

"Apalagi, kalau dikaitkan dengan target tiga besar," katanya.

Adapun, kehadiran gerakan ini adalah mendesak para ketua umum DPP PPP berserta seluruh jajarannya untuk melaksanakan tuntutan islah yang menjadi aspirasi kader arus bawah. Gerakan ini bahkan memberi tenggat kepada Djan Faridz dan Romi waktu satu bulan untuk segera menggelar islah.

"Jika tidak mau berarti mereka tidak mau mengambil usulan positif ini. Sehingga nanti akan kita kabarkan ke arus bawah bawah ini yang terjadi," jelas Tamam.

Adapun sejumlah opsi atas penolakan Djan dan Romi sudah dibahas antar panitia Gerakan PPP Kembali Ke Khittah dan Islah Nasional. Opsi itu, mulai dari desakan munaslub hingga pembentukan partai baru yang lepas dari campur tangan Djan dan Romi.

"Banyak opsi jadi pertimbangan. Intinya, kita mau sama-sama menyelamatkan PPP," beber Tamam.

Usai dideklarasikan, gerakan tersebut segera menggelar sosialisasi ke seluruh daerah dan merekrut kader-kader yang menginginkan PPP selamat. Selain PPP kubu Romi, gerakan juga diisi anggota kubu Djan dan para struktural PPP yang dipecat gara-gara dualisme dan perbedaan pandangan. [wah]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya