Berita

Jokowi/Net

Politik

Saatnya Pemimpin Santri Jadi Pelengkap Jokowi

KAMIS, 28 DESEMBER 2017 | 15:08 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejak Hari Santri dideklarasikan pada 2015, sepak terjang politik kaum santri sudah berubah menjadi wacana arus utama populer di negeri ini.

Begitu kata Direktur Islam Nusantara Center (INC) A Ginanjar Sya’ban saat menutup acara Refleksi Akhir Tahun 2017 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (28/12)
 
Alumni al Azhar, Kairo ini menjelaskan bahwa partisipasi politik kelas menengah santri kini bisa dipahami dari dua sudut pandang, yaitu penggunaan instrumen teknologi digital dan jaringan komunitas sosial keagamaan.
 

 
"Di sinilah terlihat kalau praktik politik kelas menengah santri tidak lagi dengan dunia pesantren yang berkutat pada kitab kuning atau mushala, tapi kini praktik politiknya berkembang," ujarnya.
 
Dengan kata lain, di era teknologi seperti ini, aspirasi politik santri bisa turut dijaring melalui berbagai media. Sementara pada 5 November 2017 lalu, para santri sudah menasbihkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai panglima Santri Nusantara.

"Harapannya, dia bisa mewujudkan aspirasi dan kepentingan dunia pesantren yang terjaring itu," sambung Ginanjar.

Sementara itu, penulis buku Masterpice Islam Nusantara, Zainul Milal Bizawie menjelaskan bahwa berbagai masalah ketimpangan sosial, ekonomi, dan politik bisa diminimalisasikan melalui berbagai koneksi santri melalui komunitas pesantren, madrasah, hingga keluarga.

Dalam hal ini, panglima Santri Nusantara sebagai penyalur aspirasi santri bisa berkorelasi dengan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai masalah ketimpangan sosial, ekonomi, dan politik.

 "Inilah saatnya, pemimpin dari kalangan santri melengkapi pemerintahan Jokowi ke depan," tutupnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya