Berita

Brigjen Pol Mohammad Iqbal/RMOL

Hukum

Mabes Polri: Deportasi Abdul Somad Sepenuhnya Wewenang Hongkong

SELASA, 26 DESEMBER 2017 | 11:33 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Mabes Polri tidak berwenang memproses ataupun menindaklanjuti perihal deportasi Ustadz Abdul Somad oleh otoritas Hongkong.

"Itu sepenuhnya kewenangan pemerintah Hongkong, kita tidak ada dapat campur tangan atau ikut campur, mereka negara berdaulat," kata Kepala Biro Penmas Divhumas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/12).

Namun, lanjut Iqbal, sejauh ini belum ada pihak ataupun lembaga yang merekomendasikan pencekalan kepada Ustad Abduk Somad.


"Tidak ada permintaan dari kelembagaan manapun apalagi Polri, terhadap pencekalan Ustad Somad," terang Iqbal.

Abdul Somad dihadang dan dideportasi oleh petugas otoritas Hongkong begitu tiba di Bandara Internasional Hong Kong pada Sabtu (23/12) pekan lalu. Ustadz kondang asal Riau itu datang ke Hong Kong memenuhi undangan WNI untuk menyampaikan ceramah.

Kejadian bermula ketika Abdul Somad dan rombongan mendarat di Hongkong sekitar pukul 16.00 waktu setempat (atau pukul 15:00 WIB). Setelah keluar pintu pesawat sudah ada beberapa orang petugas menghadang mereka.

Abdul Somad yang dipisahkan dari rombongan kemudian dibawa ke sebuah ruangan di bandara. Di situ, petugas menginterogasinya dengan banyak pertanyaan. Termasuk keterkaitan dengan sebuah ormas.[wid]






Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya