Berita

Net

Hukum

Yasonna Ingatkan Warga Binaan Laksanakan Revolusi Mental

SENIN, 25 DESEMBER 2017 | 13:52 WIB | LAPORAN:

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly meminta warga binaan dapat melaksanakan revolusi mental pada momentum Hari Raya Natal 2017.

"Pada Natal kali ini saya menyerukan untuk melakukan revolusi mental dan revolusi karakter kepada seluruh warga binaan pemasyarakatan. Karena pada dasarnya peristiwa Natal sendiri adalah momentum revolusi rohani yang dilakukan oleh Yesus," jelas Yasonna saat memberi sambutan pada pemberian Remisi Khusus Natal 2017 di Jakarta, Senin (25/12).

Menurutnya, pengurangan masa hukuman atau remisi dapat dimaknai sebagai penghargaan bagi warga binaan yang dinilai telah mencapai penyadaran diri. Tercermin dalam sikap dan perilaku sesuai dengan norma agama dan norma sosial yang berlaku.


"Bagi mereka yang memperoleh remisi sepatutnya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Mengingat remisi merupakan nikmat yang layak saudara terima karena telah memenuhi persyaratan administratif maupun substantif yang telah ditetapkan," jelas Yasonna.

Remisi bukan semata-mata hak yang pasti didapatkan dengan mudah atau bentuk kelonggaran agar dapat segera bebas. Pemberian remisi menjadi bentuk tanggung jawab untuk terus memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan program pembinaan.

Yasonna mengatakan, sistem pemasyarakatan dilakukan berdasarkan pembinaan yang diarahkan pada upaya memperbaiki diri bagi narapidana, atas kesalahan dan kekeliruan yang telah dilakukan sebelumnya.

"Kami menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh narapidana yang pada hari ini mendapatkan remisi, khususnya bagi narapidana yang bebas hari ini. Saya mengingatkan agar saudara dapat menunjukkan perilaku yang baik di tengah-tengah masyarakat," imbuhnya.

Kemenkumham memberikan Remisi Khusus Natal 2017 kepada 9.333 narapidana di seluruh Indonesia, 175 orang di antaranya yang mendapat remisi langsung bebas. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya