Berita

Rheza Herwindo/RMOL

Hukum

Datangi KPK, Putra Setya Novanto Bungkam

JUMAT, 22 DESEMBER 2017 | 11:39 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang memeriksa pekerja swasta, Rheza Herwindo dalam kasus dugaan korupsi pada proyek KTP elektronik (KTP-el).

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi, Priharsa Nugraha mengungkapkan bahwa Rheza akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo (ASS)

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ASS," ujarnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/12).


Rheza yang merupakan putra dari terdakwa kasus KTP-el, Setya Novanto ini sudah datang ke kantor KPK pada pukul 09.45 WIB. Dirinya datang memakai baju putih serta celana jeans berwarna abu-abu.

Sebelum masuk ke dalam Rheza sempat dimintai keterangan dari para wartawan yang berada di tempat, namun dirinya berjalan cepat dan memasuki langsung memasuki gedung.

Dirinya tetap bungkam meskipun diberondong banyak pertanyaan dari awak media. Rheza tidak datang sendirian, dirinya diantar sekitar tiga temannya yang juga memakai kemeja putih.

KPK menelisik keterlibatan keluarga Setya dalam proyek e-KTP. Fakta ini mengemuka dalam persidangan korupsi proyek tersebut. Dalam persidangan pada 3 November, misalnya, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto membenarkan ia pernah menjadi komisaris PT Mondialindo Graha Perdana, perusahaan yang memiliki saham mayoritas di PT Murakabi Sejahtera, salah satu perusahaan pemenang tender proyek e-KTP.

PT Murakabi dipimpin keponakan Setyo Novanto, Irvanto Hendra Pambudi. Pada perusahaan tersebut, Irvan menjabat direktur operasional. Saham perseroan ini juga pernah dimiliki Vidi Gunawan, adik Andi Narogong. Jaksa penuntut umum KPK menyebutkan istri dan anak Setya memiliki saham di PT Mondialindo pada 2008-2011. Istri Setya, Deisti, memiliki 50 persen saham, sedangkan Reza Herwindo, 30 persen. [san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya