Berita

Menkop dan UKM: Koperasi Harus Re-Branding Biar Generasi Milineal Tertarik

SENIN, 28 AGUSTUS 2017 | 17:10 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Generasi milineal saat ini banyak yang tidak mengetahui dan memahami mengenai hakekat dan pentingnya koperasi, sebagai salah satu bentuk ekonomi kerakyatan dalam pemerataan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, koperasi harus melakukan re-branding di kalangan generasi milineal.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga pada acara Gebyar Pendidikan 3700 Anggota (PAG) XIV Koperasi Mahasiswa Walisongo, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/8).

"Ingin tahu caranya, yaitu dengan mengangkat koperasi-koperasi berkualitas agar mereka tahu dan paham keberadaan koperasi sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional", katanya.
 

 
Di acara yang dihadiri Deputi Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Prakoso BS, Wakil Rektor III UIN Walisongo Semarang Prof Dr Suparman Syukur, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati, dan Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti, Puspayoga mengapresiasi keberadaan Koperasi Mahasiswa (Kopma) Walisongo karena mampu menunjukkan perkembangannya secara signifikan.

"Di satu sisi, banyak generasi millenials tidak tahu dan paham tentang koperasi, namun di sisi lain saya menyaksikan ada Kopma Walisongo menerima 3700 mahasiswa sebagai anggota baru koperasi", kata Puspayoga.

Dengan fakta seperti itu, tak berlebihan bila Puspayoga pun akan menjadikan Kopma Walisongo sebagai pilot project dalam mengembangkan Kopma-kopma di seluruh Indonesia. Untuk mengawal keberadaan Kopma, khususnya Kopma Walisongo, Kementerian Koperasi dan UKM akan membantu dalam melakukan pendampingan.

Bagi Menkop, Indonesia saat ini tidak membutuhkan jumlah koperasi banyak secara badan hukum. Melainkan terus mendorong koperasi berkualitas meski jumlahnya tidak banyak.

"Salah satu indikator koperasi berkualitas itu apabila jumlah anggotanya selalu meningkat setiap tahun. Itu yang kita canangkan dalam program reformasi total Koperasi di seluruh Indonesia. Mencakup rehabilitasi koperasi, reorientasi koperasi, dan pengembangan koperasi", kata Puspayoga.

Selain pendampingan, lanjut Puspayoga, Kemenkop dan UKM juga akan memberikan pelatihan-pelatihan bagi Kopma Walisongo. Diantaranya, pelatihan kewirausahaan dan manajemen perkoperasian. Tujuannya, agar mahasiswa mampu berkoperasi dengan baik dan benar.

"Sedangkan dengan pelatihan kewirausahaan, saya berharap agar para mahasiswa setelah lulus nanti bisa mengubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja sebagai wirausaha", papar Puspayoga.

Menkop menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggulirkan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN), terutama di kalangan generasi muda dan mahasiswa.

"Negeri ini masih membutuhkan munculnya wirausaha-wirausaha dari kalangan generasi muda mahasiswa. Memang, rasio kewirausahaan kita sudah meningkat dari satu komaan sampai 2013 menjadi 3,01 saat ini. Bahkan,, sudah melebihi batas ideal 2 persen untuk satu negara memiliki jumlah wirausaha. Namun, bila dibandingkan negara seperti AS, Jepang, Singapura, dan negara maju lainnya, kita masih tertinggal jauh", papar Puspayoga.

Menkop menantang para mahasiswa, khususnya mahasiswa UIN Walisongo Semarang, agar berani menjadi menjadi wirausaha. Bagi mahasiswa yang sudah memiliki usaha atau pun yang baru mau merintis usaha, Kemenkop dan UKM memiliki program Wirausaha Pemula (WP) dengan memberikan bantuan permodalan maksimal Rp25 juta. Caranya, mengajukan proposal rencana bisnis atau business plan ke Kemenkop dan UKM secara online.

Sementara itu, Ketua Kopma Walisongo UIN Semarang Edi Hermawan menjelaskan, Kopma Walisongo terus mengalami peningkatan kinerja unit usahanya, seperti UKM Mart, fotocopy, produksi aksesoris, penjualan dan persewaan toga, katering Kopma, kafe, konter pulsa dan deposit.

"Bahkan, saat ini, kami memiliki unit usaha baru seperti service computer dan Galeri UIN. Ini merupakan sebuah inovasi berbasis keterampilan anggota. Jadi, usaha service komputer dan Galeri UIN merupakan buah dari keterampilan anggota Kopma Walisongo", jelas Edi.

Dengan jumlah anggota Kopma Walisongo lebih dari 14 ribu anggota, Edi mengatakan bahwa Kopma Walisongo memiliki rencana ke depan, yaitu  ingin mengembangkan Kopma tidak hanya bergerak di dalam kampus.

"Tapi, kita berupaya untuk mengembangkan Kopma di luar kampus. Yang mana, ini akan memberikan peluang buat Kopma agar bisa mengembangkan Kopma menjadi lebih maju dan dapat mensejahterakan anggota", pungkas Edi [wid]

 

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya