Berita

Nawaz Sharif/Reuters

Global

PM Pakistan Akan Ditanyai Soal Kekayaan Keluarga

SENIN, 12 JUNI 2017 | 19:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif akan ditanyai pada hari Kamis pekan ini oleh para penyelidik yang menyelidiki bagaimana keluarganya memperoleh kekayaannya.

Ini adalah kali pertama seorang Perdana Menteri Pakistan yang tengah menjabat duduk di hadapan agen investigasi.

Kantor Sharif pada awal pekan ini mengkonfirmasi perdana menteri telah menerima sebuah surat panggilan oleh Tim Investigasi Gabungan (JIT), yang dibentuk oleh Mahkamah Agung untuk menyelidiki klaim korupsi yang muncul setelah kebocoran Panama Papers. Dikatakan dia akan menghadiri sebuah wawancara pada hari Kamis.


Pasar saham Pakistan merosot 4 persen karena berita tersebut mengganggu investor. Para investor khawatir bahwa ketidakstabilan demokrasi yang rapuh akan merusak ekonomi yang telah menunjukkan pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir.

Sharif membantah melakukan kesalahan atas keluarganya yang diduga menggunakan perusahaan lepas pantai untuk membeli flat mewah di lingkungan London yang mewah, dan mengatakan bahwa kekayaan keluarganya diperoleh secara legal.

Juru bicaranya tidak menanggapi permintaan komentar atas perkembangan terakhir.

Pada bulan April, Mahkamah Agung memutuskan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menyingkirkan Sharif dari kantor di belakang bocoran Panama Papers, namun memerintahkan penyelidikan lebih lanjut.

Tim JIT terdiri dari anggota badan sipil, seperti Badan Investigasi Federal (Federal Investigation Agency / FIA), serta anggota badan militer yang kuat, termasuk agen Inter-Services Intelligence (ISI). [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya