Berita

Nusantara

Apel Dan Simulasi Bencana LPBI NU Adalah Spirit Kesiapsiagaan

RABU, 26 APRIL 2017 | 08:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PP LPBI NU) menggelar apel dan simulasi penanganan kejadian bencana yang dipusatkan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper, Kota Tangerang, Banten, Rabu (26/4).

Apel dan simulasi ini dalam rangka menyemarakkan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2017.

Apel dan simulasi penanganan kejadian bencana LPBI NU digelar di seluruh wilayah Indonesia dengan melibatkan 1,5 juta pelajar dan santri. Dan untuk di Pesantren Asshiddiqiyah diikuti 1.300 santri dan pelajar.


Ketua PP LPBI NU, M. Ali Yusuf mengatakan apel dan simulasi ini bekerjasama dengan IPNU, IPPNU, RMI-NU, LDNU dan LP Ma'arif NU.

"Apel yang dilakukan serentak menjadi spirit kesiapsiagaan pelajar dan santri untuk lebih siap menghadapi ancaman bencana," kata Ali.
 
Ia berharap kegiatan apel dan simulasi ini bukan yang pertama dan terakhir, tetapi terus dilakukan secara rutin sesuai dengan jenis ancaman dan kapasitas di wilayah dan lingkungannya masing-masing agar masyarakat dan seluruh komponen bangsa semakin meningkat kemampuannya dalam menghadapi setiap ancaman bencana.

"Sehingga risiko dan dampak bencana dapat terus diminimalkan dan Indonesia menjadi bangsa yang tangguh bencana," ucap Ali.

Letak geografis Indonesia yang berada di antara tiga lempeng aktif dunia, yaitu Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik serta adanya "ring of fire" dengan deretan gunung berapi yang masih aktif, mulai dari ujung utara Sumatra, hingga Papua merupakan faktor penyebab Indonesia sebagai kawasan yang rawan bencana. Selain itu, dampak perubahan iklim juga berpengaruh terhadap tingginya intensitas dan frekuensi kejadian bencana hidrometeorologis seperti yang terjadi beberapa tahun terakhir.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI menunjukkan bencana bahwa tahun 2016 merupakan rekor tertinggi jumlah kejadian bencana sejak 10 tahun terakhir, yaitu 2.342 kejadian atau meningkat 35 persen dari tahun 2015. Dampak yang ditimbulkan oleh rentetan kejadian bencana selama 2016 adalah 522 orang meninggal, 3,05 juta penduduk mengungsi, 69.287 unit rumah rusak, serta 2311 unit fasilitas umum rusak. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya