Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pilkada Paling Haram

JUMAT, 14 APRIL 2017 | 09:52 WIB | OLEH:

PILKADA serentak Indonesia tahap dua tahun 2017 merupakan bagian dari skenario menuju Pilkada serentak secara nasional tahun 2027. Jadi bisa dipahami nilai strategis Pilkada 2017 dalam rangka konsolidasi demokrasi kepilkadaaan secara nasional.

Di salah satu Pilkada 2017 tersebut patut diduga kalau Pilkada dilakukan dengan skenario teramat curang, menghalalkan segala cara, tak ada cara curang yang tak dimasukan kedalam strategi untuk meraih kemenangan kursi Kepala Daerah. Begini ceritanya yang disampaikan dari mulut ke mulut, terasa sekali aroma busuk kecurangannya, namun ibarat kentut, sulit dibuktikan karena kecanggihan operasinya.

Saat masa kampanye akan dimulai di sebuah daerah yang  menyelenggarakan Pilkada, seperti biasa, diadakan pawai Pilkada damai pada hari pertama. Ketua KPUD, para pasangan calon, dan pejabat terkait hadir, tidak ketinggalan insan pers tentunya.


Ketua KPUD menyampaikan  pidato panjang lebar tentang bagaimana harapannya kepada paslon, timses, penyelenggara, dan birokrat selama masa kampanye berlangsung sampai pelantikan nanti.
Di akhir pidato, Ketua KPUD yang memang dulunya santri dan aktifis salah satu organisasi berbasis keagamaan menyampaikan kesimpulan pidatonya

"Intinya saya mengharamkan adanya pelanggaran, mengharamkan PNS birokrat ikut terlibat politik praktis Pilkada, mengharamkan pers yang tidak netral, mengharamkan politik uang, mengharamkan  kampanye hitam apalagi bernuansa SARA, mengharamkan penggunaan fasilitas negara selama masa kampanye (sambil melirik sang patahana tentunya..... nyindir nih... hehehe...), mengharamkan jajaran birokrasi dimobilisasi mendukung salah satu calon. Intinya mengharamkan semua yang dilarang oleh Undang Undang dan dilarang oleh norma-norma yang dihormati masyarakat luas. Demikian terima kasih. Wasaalamu'alaikum warohnatullahi wabarokatuh".

Namanya juga mantan santri jadi pantas saja banyak menggunakan kata "MENGARAMKAN" sekedar untuk menggambarkan betapa serius masalahnya jika itu tetap dilakukan.

Giliran Calon Kepala Daerah menyampaikan pidato. Semua paslon siap untuk mengikuti kontestasi Pilkada sesuai aturan dan tidak lupa untuk selalu mengingat semua yang diharamkan Ketua  KPUD dalam sambutan tadi (ya jelaslah... masa mau pidato menghalalkan yang diharamkan Ketua KPUD.... bisa-bisa dicoet dari daftar paslon... hehehehe... urusan pelaksanaan lihat saja nanti...). Tiba giliran Calon Kepala Daerah patahana untuk pidato.....

Namun, saking lamanya Calon Kepala Daerah lain dan Ketua KPUD berpidato, serta banyaknya kata "MENGHARAMKAN" yang disampaikan Ketua KPU tadi, Calon Kepala Daerah patahana memutuskan pidato singkat saja.... beberapa menit saja.... (lha semua bahan seolah sudah disampaikan semua.... malu kan dituduh menjimplak.... hahahaha....l

Setelah berbasa-basi kepada hadirin yang patut disapa dengan kalimat "Yang Terhormat", Calon patahana menyampaikan isi pidato singkatnya.

"Saudara-saudara semua, yang disampaikan Ketua KPUD tadi semua benar, ibarat kata, dari puluhan ribu kata Ketua KPU tadi, perbedaan kami hanyalah SATU HURUF saja. Hanya SATU HURUF saja. Terima kasih"

Hadirin tepuk tangan. Pers online langsung menaikan berita dengan judul yang hampir mirip, dan pasukan medsos juga siap menyeberkannya secara terstruktur, sistematis, dan masif.

Judul beritanya tidak jauh dari  "Patahana : Saya Siap Mentaati Ketentuan KPUD, Ibarat Kata, Beda Kami Hanya SATU HURUF"

Saat rapat di posko pemenangan, terjadi dialog antara Calon Kepala Daerah patahana dengan  Ketua Tim Suksesnya.

Calon Kepala Derah : "Bagaimana pidato saya saat pawai Pilkada Damai tadi?"

"Bagus sekali Pak, terutama tentang HANYA BEDA SATU HURUF itu,  akan kita kapitalisasi konsep SATU HURUF itu, dan kami akan siapkan semua materi dan strategi kampanye sesuai arahan Bapak tadi, semua yg DIHARAMKAN Ketua KPUD tadi akan kami hindari", jawab Ketua Timsel bersemangat namun dengan sedikit nada penuh selidik.

"Bagus, sudah selesai pidato Ketua KPUD ditraskrip sesuai permintaan saya tadi?", lanjut Cabup patahana melanjutkan pertanyaan

"Sudah Pak, bahkan kata MENGHARAMKAN sudah ditulis dengan huruf kapital dan ditebalkan sesuai arahan Bapak kemaren selesai acara pawai", penjelasan Ketua Timses

"Kalau begitu susun sebaik-baiknya rencana Tim Sukses sesuai dengan sambutan saya waktu pawai Pilkada Damai tersebut", lanjut Cabub patahana memberi arahan

"Siap", semua Timses menjawab kompak

"Ingat, jangan sekali-kali dilupakan, PERBEDAAN SAYA DENGAN KETUA KPUD HANYA SATU HURUF, ingat itu!!!", Calon Kepala Daerah  patahana menekankan dengan suara penuh penekanan sambil pandangannya menyapu seluruh Timses.

"Kita harus gerak cepat, dan sebelum dirumuskan strategi sesuai konsep HANYA BEDA SATU HURUF itu, kalian pelajari betul pidato Ketua KPUD tersebut, agar tidak ada kesalahan", lanjutnya menekankan

"Siap", terdengar suara jawaban setentak Timses yang sembunyi-sembunyi saling melempar pandang.

Rapat selesai, Ketua Timses mengantar Calon patahana ke mobil di parkiran, sebelum pintu ditutup, Calon patahana menyampaikan sesuatu secara pribadi ke Ketua Timses

"Pastikan betul dan pahami betul HANYA BEDA SATU HURUF", kata Calon pataha

"Siap Pak", jawab Ketua Timses bersemangat namun sorot matanya masih penuh selidik

"Pastikan betul SATU HURUF pembeda saya dengan Ketua KPUD itu sudah diganti!!!", lanjut sang patahan melanjutkan

"Huruf apa ya Pak?", tanya Ketua Timses penuh selidik

"Ah, payah kamu.... Baca transkrip pidato Ketua KPUD tadi. Khususnya kata yang kamu tebalkan dan ditulis huruf kapital", Sang patahana

"Kata MENGHARAMKAN Pak?", jawab Ketua Timses memastikan dengan bahasa tubuh lebih menunjukan sebagai seorang penyidik

"Saya tidak begitu suka dengan HURUF M yang ditengah, ganti saja dengan huruf lain, HURUF P lebih cocok", jawab Calon patahana sambil menutup pintu dan melambaikan tangan ke semua Timses yang agak jauh melalui jendela mobil yang diturunkan

"Siap", jawab Ketua Tim Sukses penuh kegirangan

Ketua Timses kembali masuk kedalam gedung Pusat Pemenangan dengan kepala tegak, langkah makin tegap, wajah penuh keceriaan, sambil membayangkan akibat dari  perubahan huruf M yang ditengah dengan huruf P pada kata  "MENGHARAMKAN"

Seorang jurnalis idealis yang kebetulan secara tidak sengaja mendengar dialog itu, karena sedang dekat parkir, secara refleks nuraninya mengadu pada Allah SWT,  Tuhan Yang Maha Esa, yang atas berkat-Nya ada negara bernama Indonesia ini.

"Duh Gustiiiii..... paringono eliiinnnng.... perubahan kata MENGHARAMKAN ini benar-benar akan melahirkan Pilkada paling HARAM di Indonesia"[***]

Penulis adalah Redaktur Khusus Kantor Berita Politik RMOL dan Sekjen Community for Press and Democracy Empowerment (PressCode)

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya