Berita

Politik

Netralitas Jokowi Di Pilkada DKI Diragukan

JUMAT, 14 APRIL 2017 | 04:14 WIB | LAPORAN:

Netralitas Pemerintah Pusat jelang Pilkada DKI putaran kedua, dipertanyakan. Khususnya peran serta, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terhadap sejumlah polemik yang ada.

"Sikap netral Pemerintahan Jokowi dalam Pilkada DKI putaran dua dipertanyakan dan diragukan," kata Akbar Mulia, aktivis dari Rakyat Jakarta Ingin Perubahan (RJIP) di Rumah Kedaulatan Rakyat 49 (RKR 49) Jakarta Selatan, Kamis (13/4) petang.

Hal itu disampaikan Akbar saat berpartisipasi di acara  Diskusi Kamisan RKR 49 bertema "Ada Apa di Balik Penundaan Pembacaan Tuntutan Jaksa Terhadap Kasus Ahok."

Isu tersebut dinilainya sebagai hal yang kontroversial. Apalagi, penundaan sidang agenda pembacaan tuntutan terdakwa Ahok, dilakukan tanggal 20 April mendatang. Artinya, hanya satu hari berselang usai Pilkada putaran dua di tanggal 19 April.

Belum termasuk dugaan intervensi Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan. Intervensi yang dibahasakan "saran" oleh Iriawan kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut).

"Kita bisa lihat dari sikap pihak kepolisian yang diduga melakukan intervensi hakim di pengadilan dalam kasus penistaan Agama," ungkap mantan Presiden BEM Universitas Jayabaya periode 2012-2013 itu.

Hakim pun akhirnya memutuskan menunda sidang pembacaan agenda tuntutan terhadap Ahok. JPU beralasan berkas tuntutan masih belum siap dibacakan. "Tapi, penundaan tetap saja dianggap ada intervensi politik," tutur Akbar.

Selain itu, lanjutnya, publik pun sudah kadung membaca terkait dugaan intervensi politik penundaan pembacaan tuntutan kepada terdakwa Ahok.

Akbar juga berpesan kepada KPUD DKI Jakarta dan aparat kepolisian agar bersikap profesional. Serta tidak lagi melakukan intervensi politik terhadap kasus Ahok. [zul]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya