Berita

Foto/Net

Politik

Polisi Dan Tentara Kompak, Siapkan Pasukan Pemukul

Antisipasi Gangguan Di Hari Pencoblosan
KAMIS, 13 APRIL 2017 | 10:47 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Isu keamanan menjadi pertaruhan dalam Pilgub 19 April mendatang. Karena itulah, Polri dan TNI menurunkan 26 ribu lebih pasukan untuk berjaga di 13.034 Tempat Pemungutan Suara. Bahkan, disiapkan pasukan pemukul yang akan bergerak bila ada gangguan di TPS.

"Polisi kerja sama dengan teman-teman dari TNI akan menempatkanbeberapa personel pasu­kan pemukul. Yang diperkirakan di lokasi-lokasi, dimungkinkan terjadinya gangguan keamanan," ujar Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suntana di Markas Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, ke­marin.

Suntana tak merinci berapa jumlah personel. Pasukan pemu­kul itu, akan dibentuk dalam satu regu dan satu pleton. Pasukan pemukul bergerak dan bertang­gung jawab untuk mengambil tindakan atas gangguan di TPS. "Dan ini akan dipimpin se­orang perwira menengah," ujar Suntana.


Selama satu pekan ke depanpengamanan di Jakarta akan ditingkatkan. Terutama saat Minggu tenang Pilkada. Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan TNI, Komisi Pemilihan Umum, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Panita Pengawas Pemilihan Umum.

Dia mengimbau kepada kedua pasangan calon peserta Pilkada, yakni pasangan calon nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat, dan pasangan calon nomor urut tiga, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno untuk tak melakukan tindakan yang melanggar aturan.

"Mengimbau para paslon dan tim pendukungnya untuk tidak melakukan tindakan yang me­langgar aturan," ujar Suntana.

Sebagai informasi, masing-masing TPS akan dijaga satu polisi dan satu anggota TNI. Penjagaan ini berdasarkan dari evaluasi Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran pertama. Serta, laporan adanya upaya intimidasi yang disampaikan oleh masing-masing kubu pasangan calon peserta Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua.

Selain Polri dan TNI, masing-masing TPS juga akan dijaga oleh anggota Satpol PPdan petu­gas keamanan di lingkungan se­tempat. Tujuannya adalah untuk menjaga agar pemilih merasakan kenyamanan dan keamanan seh­ingga lancar dalam pencoblosan dan pemungutan suara.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan penempatan personel TNI sifatnya hanya membantu pengamanan. Sebelumnya, akan diadakan apel besar pengamanan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

Jenderal bintang empat itu tidak menyebutkan jumlah personel yang akan dilibatkan dalam pengamanan. Yang pasti, jumlahnya bertambah diband­ing putaran pertama, mengingat jumlah TPS juga bertambah.

Mantan KSAD ini yakin pe­nyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan ber­jalan aman. Karena itu, prajurit TNI yang berjaga di TPS pun tidak akan dilengkapi dengan senjata seperti pengamanan pada umumnya.

"Tidak dipersenjatai, kenapa? Saya ingatkan, ini adalah pesta, pesta demokrasi. Pesta yang pal­ing tidak aman apa coba? Yang pasti ada korban? Pesta miras oplosan. Pesta demokrasi eng­gak ko," pungkas dia.

Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno mengapresiasi bantuan pengawalan penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta 2017 oleh Polda dan Kodam Metro Jaya. Tentunya, kata Sumarno, KPU menginginkan pelaksanaan pe­mungutan suara pada 19 April nanti dapat berjalan dengan aman, lancar dan damai.

"Kita memang perlu sekali dukungan dari aparat keamanan TNI dan Polri untuk memastikan bahwa situasinya cukup kondusif dan kemudian nanti pelaksanaan Pilkada kita 19 April itu berjalan secara lancar," katanya.

Bukan cuma itu, ia menam­bahkan, KPU DKI Jakarta juga ingin memastikan semua warga Jakarta yang punya hak pilih terfasilitasi hak pilihnya. "Dan pelaksanaannya berjalan se­cara transparan, akuntabel dan demokratis," imbuhnya. ***

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya