Berita

Novel Baswedan/Net

Politik

Mata Kiri Novel Sudah 30 Persen

Dilarikan Ke Singapura
KAMIS, 13 APRIL 2017 | 09:14 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Setelah dipindahkan ke Rumah Sakit Jakarta Eye Center (JEC), Novel Baswedan diterbangkan ke Singapura untuk mendapatkan pengobatan intensif, kemarin. Di Negeri Singa itu, Novel akan menjalani pengobatan paling tidak selama 10 hari hingga dinyatakan pulih. Kondisi mata novel yang disiram air keras pun sudah berangsur membaik.

Novel keluar dari Rumah Sakit JEC sekitar pukul 09.30 pagi dengan baju pasien dan duduk di atas kursi roda. Hampir seluruh bagian kepalanya dililit perban, begitu juga wajahnya terutama bagian pipi dan seluruh hidung. Matanya terlihat masih bengkak. Meski masih lemas, dia beberapa kali melambaikan tangan ke arah awak media. Bahkan setelah dinaikkan ke dalam ambulans yang akan membawanya ke Bandara Halim Perdanakusumah, Novel sempat mengacungkan jempol.

Ketua KPK Agus Rahardjo yang menjenguk Novel menjelaskan, pemindahan Novel ke Singapura setelah pihaknya berkonsultasi dengan para dokter yang merawatnya. Hasilnya, untuk mendapat terapi yang lebih baik, diputuskan merujuk Novel ke Singapura. Selama di sana, Novel akan ditemani keluarga dan seorang penyidik KPK. "Pimpinan sudah ada satu yang di sana untuk mempersiapkan," kata Agus, meski tak menyebut siapa nama pimpinan yang dimaksud.


Kendati begitu, menurut Agus, ketiadaan Novel sementara tidak akan mempengaruhi proses penyidikan perkara yang ditangani KPK. Soalnya KPK selalu bekerja dalam tim. "Berkurang satu orang tidak masalah sama sekali bagi kami," katanya.

Bagaimana kondisi mata Novel? Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma JEC Corporate dr Johan A Hutauruk yang menangani Novel memastikan kondisi pasiennya saat ini sudah semakin membaik dibanding saat pada malam hari ketika Novel dibawa ke RS JEC.

"Tadi pagi kami periksa lagi meningkatnya sangat pesat, jadi besar harapannya ya mudah-mudahan tidak lama lah," kata Johan.

Dia menjelaskan, mata kiri Novel yang disiram air keras sudah 30 persen bisa bekerja. Padahal sesaat setelah disiram air keras oleh 2 pria bermotor, Novel hampir tidak bisa melihat sama sekali. “Baru satu hari sudah meningkat tiga kali lipat,” ujarnya.

Johan menjelaskan dirujuknya Novel ke Singapura untuk mengakomodir keinginan keluarga. Para dokter yang ada di JEC juga mendukung dan akan memfasilitasi penanganan Novel.

Menurut dia, pesatnya pemulihan mata Novel tak lepas dari tindakan pertama yang tepat usai disiram air keras. Begitu disiram.

Novel langsung mencuci muka dan mata dengan air mengalir.

Sekadar latar, Selasa (11/4), seusai salat subuh, Novel disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya. Air keras itu mengenai satu mata Novel. Dia lalu dilarikan ke RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, kemudian dipindahkan ke RS Jakarta Eye Center (JEC) untuk mendapatkan perawatan intensif sebelum diterbangkan ke Singapura.

Hingga saat ini polisi masih mencari dua pelaku penyerangan Novel. Polisi mendapatkan barang bukti berupa cangkir sebagai wadah untuk menyimpan air keras dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Teror terhadap Novel bukanlah yang pertama terjadi. Dia sudah beberapa kali mendapatkan teror antara lain ditabrak mobil saat menuju ke KPK ketika mengendarai motor pada 2016, kriminalisasi dengan ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan di Bengkulu (2015), hingga diserang kelompok pendukung Amran Batalipu hingga motornya ringsek pada 2012.

Sementara, polisi masih belum bisa meringkus pelaku teror kepada Novel tersebut. Sampai kemarin, polisi sudah memeriksa 15 orang saksi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan para saksi yang diperiksa itu diduga mengetahui, mendengar bahkan melihat kejadian teror tersebut. Argo menyampaikan, polisi juga meminta keterangan dari saksi yang berada di samping rumah Novel yang mengetahui saat korban keluar serta masuk rumah. Selain itu, kata Argo, penyidik kepolisian juga mengambil sampel cairan kimia yang tercecer di lokasi kejadian dan menganalisanya di Pusat Laboratorium Forensik.

Selain itu, menurut dia, Polda Metro Jaya juga akan berkoordinasi dengan KPK menganalisis rekaman kamera tersembunyi (CCTV) di lokasi kejadian. Argo menambahkan, hingga saat ini penyidik juga belum dapat memastikan nomor polisi kendaraan roda dua yang digunakan dua pelaku saat menyiram Novel dengan cairan kimia berbahaya itu. "Yang terpenting motor itu dinaiki dua orang dan yang melakukan yang di belakang. Kami juga akan melihat afiliasi kemungkinan mereka adalah suruhan dari seseorang," kata Argo.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan penyidik internal KPK masih memeriksa CCTV yang terpasang di depan rumah Novel. Sudah ada hasilnya? Kata Febri belum ada. Penyidik masih mendalami dan agak kesulitan mengidentifikasi pelaku lantaran saat kejadian suasana masih gelap. "Jadi belum jelas siapa pelakunya," kata Febri.

Dia menjelaskan, pengambilan CCTV itu bukan berarti KPK tidak percaya dengan kinerja Kepolisian. Hanya saja, CCTV yang terpasang di rumah Novel adalah aset milik KPK. Untuk itu, Febri meminta kepada banyak pihak agar tak berasumsi berlebihan. ***

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya