Berita

HM. Prasetyo/Net

Politik

Jaksa Agung: Pendekatan KPK Lebih Disukai Masyarakat

RABU, 12 APRIL 2017 | 13:51 WIB | LAPORAN:

Harapan masyarakat untuk penegakan hukum masih sama. Yakni, seberapa banyak peran suatu lembaga hukum dalam memberantas korupsi.

Demikian disampaikan Jaksa Agung M. Agung M. Prasetyo saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di gedunga Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (12/4).

Diakuinya memang hingga saat ini, masyarakat menilai kinerja lembaga yang dipimpinnya, KPK dan kepolisian terhadap pemberantasan korupsi belum mumpuni.


"Tindakan penegakan hukum, apapun yang telah dilakukan dan dihasilkan dipandang belum berarti dan belum cukup dibanding harapan mereka (masyarakat) tentang penindakan korupsi," katanya.

Padahal, lanjutnya, ketiga unsur penegakan hukum sebenarnya telah berusaha maksimal menangani kejahatan luar biasa tersebut.

"Meski bagi kejaksaan dan KPK memiliki pendekatan yang tidak selalu sama," jelasnya.

KPK, misalnya, jelas dia, menekankan pada penegakan represif dan gencar menunjukan keunggulan melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT). Cara ini yang ternyata lebih disukai masyarakat dan menempatkan KPK sebagai idola.

"Upaya penindakan dan penanganan yang terkesan riuh dan atraktif seringkali jadi tontonan dan itu yang disukai sebagian besar masyarakat yang nyaris frustasi melihat praktik korupsi yang agresif," urainya.

Sementara aparat penegak hukum lain dianggap tidak sepenuhnya mampu memenuhi harapan masyarakat. Bahkan dianggap tak punya kemauan dan kemampuan yang sama dengan KPK.

"Padahal disebabkan ada beberapa hal yang berbeda. Kejaksaan dan segenap jajarannya lebih harus memilih pendekatan pencegahan, preventif. Menjaga dan mencegah agar tindak pidana korupsi turun seperti TPPU," tukasnya.[wid]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya