Berita

Politik

Video Hitam Ahok Membelah NKRI

RABU, 12 APRIL 2017 | 04:15 WIB

MEMBANJIRNYA simpati warga non muslim terhadap Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (ASA) Cagub dan Cawagub DKI Jakarta pada putaran kedua menimbulkan kepanikan luar biasa kubu Basuki T. Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Warga Tionghoa, suku Batak dan ratusan pastur mendeklarasikan dukungan kepada ASA.

Masyarakat luas menyadari dan menangkap spirit kejujuran tanpa balutan topeng kedustaan atas sikap elegan, intelektual, program dan penghargaan atas kemajemukan yang ditampilkan paslon ASA.

Dalam dialok debat antara paslon dua jari dan tiga jari yang diselenggarakan Kompas TV, Ahok dipermalukan saat mengumbar janji jika terpilih akan menyalurkan bantuan kepada masjid, marbot, menghajikan dan mengumrohkan masyarakat.


Disindir telak oleh paslon Aneis, "Mengapa iming-iming bantuan dibahas hanya untuk umat Islam saja. Bagaimana  dengan umat Nasrani dan bagi beragama lain." Sindiran tajam Anies membuat Ahok bengong dan terdiam seribu bahasa.

Ahok demikian kalap karena kedustaan demi kedustaannya terbongkar. Ia hanya politisi hitam yang menghalalkan segala cara termasuk isu SARA untuk meraup suara non muslim dan moderat. Kebohongannya sudah terbongkar dan diketahui publik.

Untuk mensolidkan dukungan non muslim, ia kembali menggunakan jurus adu domba mengapload Video Kampanye hitam SARA yang menampilkan slide tulisan anti Cina dan gambar iklan orang-orang berperci dan berbaju koko putih melakukan kerusuhan pada peristiwa Mei 98. Skenario fitnah dan adu domba mengerikan kembali dimainkan Ahok paska menista Al Maidah 51.

Saya adalah saksi hidup saat kejadian Mei '98. Seperti pernah saya ulas dalam artikel berjudul "Sebuah Kesaksian Menjelang Reformasi Jilid 2."

Posisi saya saat itu berada di kampus UI menyaksikan mimbar bebas yang dihadiri para tokoh. Tak lama berselang acara terjadi tindakan anarkhis dilakukan gerombolan dan masyarakat miskin kota yang saat itu mayoritas bersimpati dan pendukung PDIP. Tak ada orang Islam berpeci dan berpakaian putih sebagaimana kebanyakan santri dan orang-orang saleh yang sering kepengajian majelis taklim.

Orang Islam puritan tidak akan melakukan tindakan keji dan brutal. Dalam aksi bela Islam yang dihadiri jutaan massa, jangankan rusuh, pot bunga tidak tersenggol dan kotoran dijalanpun tidak ada.

Video Kampanye SARA Ahok fitnah dan adu domba yang keji dan tidak dapat ditolerir. Tujuannya pembuat video dapat ditebak. Pertama, selain untuk mensolidkan kembali dukungan warga non muslim yang mulai tergerus, dan Ahok mencoba memancing emosi masyarakat supaya membuat kerusuhan sehingga Pilkada putaran kedua ditunda.

Kedua, Ahok menginginkan NKRI menghadapi situasi chaos dan bubar melalui provokasi videonya ini. Sebagaimana sering dilakukan para pengkhianat negara dan bangsa, Ahok sedang menciptakan politik bumi hangus.

TNI dan rakyat akhirnya semakin mengerti siapa sesungguhnya patriot dan pengkhinat bangsa yang ingin merusak kebinekaan dan menghancurkan NKRI. [***]

Martimus Amin
Pengamat Hukum dan Politik

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya