Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Wacana Jakarta Bersyariah Tak Ampuh di Pilkada

SELASA, 11 APRIL 2017 | 20:25 WIB | LAPORAN:

Wacana Jakarta Bersyariah inkonsisten dan tidak akan membantu memenangkan siapapun kandidat calon gubernur dalam Pilkada Jakarta 2017.

Begitu dikatakan Peneliti Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia Arif Susanto, di Jakarta, Selasa (11/4).

"Jakarta bersyariah tidak akan ampuh untuk memenangkan pasangan calon manapun,” sambungnya.


Setidaknya, ada empat alasan yang membuat wacana Jakarta Bersyariah ini tidak akan jadi prioritas bagi pemilih.

"Ide Jakarta bersyariah ini dibangun di atas logika yang inkonsisten,” jelas Arif.

Selanjutnya, permasalahan Jakarta harus diselesaikan dengan program yang konkret. Permasalahan seperti kemacetan, kemiskinan, dan korupsi harus menjadi prioritas di Jakarta. Sentimen keagamaan di Jakarta akan sulit berkembang karena warga Jakarta sangat beragam.

"Paslon tidak bisa memenangi pilkada hanya karena dukungan satu kelompok. Ini perlu diingat,” lanjut Arif.

Pendekatan elektoral non-demokrasi, menurut dia, juga memiliki kecenderungan gagal sejak awal. "Indonesia ini kan majemuk sejak awal. Ketika dikemukakan agenda yang anti demokrasi seperti Jakarta Bersyariah, maka muncul kecenderungan gagal. Tak hanya di Indonesia,” katanya.

Konsep syariah juga tidak akan cocok karena sistem demokrasi membutuhkan solidaritas inklusif bukan semangat loyalitas eksklusif yang didukung oleh golongan tertentu.

"Ini juga mendegradasi posisi mulia agama ketika program-program syariah ini ditawarkan dalam agenda politik,” demikian Arif. [sam]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya