Berita

Foto/Net

Politik

Ahok & Non Ahok Sama-sama Bawel

Ribet Melulu
SELASA, 11 APRIL 2017 | 08:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jelang partai final Pilkada DKI Jakarta digelar (19/4), kubu Ahok dan non Ahok terlihat semakin bawel, perang kata-kata di antara kedua belah pihak seperti tak ada ujungnya.

Setelah kasus penistaan agama, Ahok dan non Ahok memang berkali-kali ribet. Mulai soal spanduk 'menolak mensalatkan pendukung penista agama, soal Jakarta Bersyariat, dan lain-lain'.

Yang terbaru, kedua belah pihak berseteru karena dipicu oleh tersebarnya video kampanye Ahok. Kubu non Ahok menilai, video tersebut telah meremehkan umat Islam. Kubu Ahok pasti membantah, tapi kenapa juga menampilkan video-video yang sensitive dan mudah menuai kontroversi…


Video kampanye ini dibuat relawan Ahok, Badja (Basuki-Djarot). Video ini awalnya diposting Ahok di akun Twitternya, @basuki_btp, Sabtu (8/4) lalu. Video berdurasi 2 menit ini dinamai dengan hastag #BeragamItuBasukiDjarot.

Namun, begitu video ini diposting, hujatan kelompok non Ahok berserakan di dunia maya.

Secara keseluruhan, video ini berupaya menampilkan nilai positif kebhinekaan. Nah, bagian yang dianggap menghina umat Islam ada di adegan pembuka. Yaitu, ketika video menggambarkan suasana mencekam berupa sekelompok pemuda dengan ekspresi marah menggedor-gedor sebuah mobil yang ditumpangi oleh seorang ibu dan anaknya.

Keduanya terjebak di dalam mobil dan ketakutan. Kemudian, muncul adegan sekelompok pria berpeci tengah berdemonstrasi dan sekilas terpampang spanduk "Ganyang Cina". Nah, adegan inilah yang dianggap menyudutkan umat Islam.

Setelah itu, pesan semangat kebangsaan digelorakan di video tersebut. Sebagai latar suara, terdengar pidato Djarot saat Konser Gue 2 pada Februari lalu. "Saudara-saudaraku, seluruh warga Jakarta, waktu sudah mulai dekat. Jadilah bagian dari pelaku sejarah ini dan akan kita tunjukkan bahwa negara Pancasila benar-benar hadir di Jakarta," ujar Djarot dengan nada menggebu.

Suara Djarot tersebut membikin semangat seperti menampilkan pebulutangkis Indonesia beretnis Tionghoa, hingga menampilkan anak-anak muda yang memakai pakaian adat. Di pertengahan, video itu juga kembali menyelipkan adegan awal demonstrasi melalui sebuah televisi yang dipalingkan sebuah keluarga.

"Siapapun kalian, apa agama kalian, apa suku kalian, dari mana asal-usul kalian, saudara-saudara semua adalah saudara kita sebangsa dan setanah air dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama," kata Djarot dalam video. Video ditutup dengan jargon "19 April 2017 Pilih Keberagaman".

Sontak video itu bikin geger dunia maya hingga dunia nyata. Di dunia maya, sampai-sampai muncul tagar #KampanyeAhokJahat. Sedang di dunia nyata, video ini sudah dipolisikan oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA). ACTA menilai video ini menyerang agama tertentu. Kelompok ini juga yang mempolisikan Ahok ihwal Surat Al Maidah 51.

Pihak ACTA diwakili Novel Chaidir Hasan dan Habiburokhman. Keduanya, berpengalaman mempolisikan Ahok. ACTA inilah yang melaporkan Ahok atas dugaan penistaan Al Maidah 51. "ACTA kali ini melaporkan untuk kesekian kali atas tindakan dilakukan oleh gubernur terdakwa (Ahok) yang lagi-lagi menyerang umat Islam dan agama Islam dalam video iklan paslon tersebut," ujar Novel, anggota ACTA, di Bawaslu, Jakarta Pusat, kemarin.

Tidak hanya ke Bareskrim, kelompok non Ahok ini juga menuntut Bawaslu sebagai wasit di Pilkada Jakarta bertindak tegas atas dugaan pelanggaran dalam video tersebut. Dia dan Habiburokhman membawa sebuah flash disk berisikan link video tersebut.

"Iklan ini tidak sehat, memprovokasi dan menyulut umat Islam. Bawaslu harus segera bersikap memberikan teguran, larangan," kata Novel, sembari meminta video tersebut segera dihapus.

Dia menilai video itu melanggar Pasal 69 huruf B UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada, yaitu kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, dan golongan.

Protes keras pun mengalir. Salah satunya muncul dari ustad kondang Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym. Melalui akun Twitter pribadinya, @aagym menyatakan video yang menampilkan adegan kerusuhan itu telah menyudutkan umat Islam.

"Pak Ahok, saya protes keras video kampanye yang sangat menyudutkan umat Islam, ini fitnah yang sangat kotor dan keji," kicau Aa Gym, kemarin.

Aa Gym juga menyebut video kampanye dari kubu Ahok bermuatan fitnah. Namun, dia meminta semua umat Islam yang terluka untuk menahan diri. "Kepada semua umat Islam yang terluka dengan kampanye kotor ini, diserukan tetap tenang dan jangan terprovokasi, jaga akhlak perkuat ibadah".

Kubu Ahok menjelaskan soal maksud konten video ini. Anggota tim pemenangan Ahok-Djarot bidang data dan informasi Eva Kusuma Sundari mengatakan, video tersebut sengaja menampilkan dampak negatif isu SARA. Idenya bermula dari pengalaman mereka sepanjang Pilkada DKI Jakata 2017 berlangsung.

Dia menegaskan, isu SARA yang banyak dimainkan membuat warga enggan memberikan suaranya pada saat pencoblosan, 19 April 2017 mendatang. Dan ini sangat bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila. "Pendukung Paslon terima getahnya, diusir dari kontrakan dan diputus listriknya. Intinya Badja (Basuki-Djarot) ingin mengembalikan bahwa identitas bangsa paripurna perlu dijaga, yaitu sumpah pemuda," ujar Eva, kemarin..

Politisi PDIP ini menyampaikan, video ini menggambarkan kondisi Jakarta. Bahkan melalui video ini ingin memastikan akan menjadikan ibukota sebagai rumah bagi setiap warganya. Bahkan, video ini telah melalui proses konsultasi dengan para ahli iklan, aktivis HAM, dan aktivis perempuan. Dalam masa konsultasi tersebut, tidak ada tanggapan negatif dari video kampanye tersebut.

"Jadi video itu cerminan realitas, jangan diframe sebagai propaganda. Realitas itu bukan rekayasa, ada fakta-fakta di sekitar kita. Jakarta akan jadi miniatur Indonesia yang berbhineka tunggal ika berlandaskan Pancasila," tutupnya.

Wakil Ahok di Pilgub DKI, Djarot Saiful Hidayat pun angkat bicara. Menurutnya, video ini merupakan penggambaran suasana kelam kerusuhan 1998. Di tahun itu, terjadi kekerasan sebagai konsekuensi atas transisi rezim Orde Baru ke era Reformasi.

"Saya sudah nonton dan itu benar dan itu terjadi kok. Kita ingat tahun 97/98 itu," ujar Djarot kepada wartawan di Palmerah, Jakarta Barat, kemarin.

Menurut Djarot, tujuan pembuatan video dengan cerita yang ada di dalamnya bertujuan untuk mengingatkan agar kejadian serupa jangan sampai terjadi lagi. "Supaya kita sadar betul agar Jakarta dan Indonesia itu adalah bineka, plural. Satu fakta, satu kenyataaan, maka mari kita rawat bhineka itu dengan baik," ujar Djarot.

Sementara Ahok, enggan berkomentar ihwal reaksi negatif masyarakat atas video tersebut. Kepada sejumlah wartawan di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, kemarin, Ahok melemparkan pertanyaan itu sebaiknya ditanyakan kepada tim suksesnya. "Kamu tanya timses," kata Ahok singkat. ***

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya