Berita

Ilustrasi/RT

Dunia

Senjata Buatan Inggris Banyak Digunakan Tentara Anak Suriah, Yaman Dan Irak

KAMIS, 02 MARET 2017 | 16:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Senapan dan senjata api lainnya yang dibuat di Inggris telah banyak digunakan dalam perang yang melibatkan tentara anak-anak yang terlibat dalam konflik di Suriah, Yaman dan Irak.

Begitu bunyi laporan yang disusun oleh Terre des Hommes, Brot für die Welt, Kindernothilfe dan German Coalition to Stop the Use of Child Soldiers seperti dimuat Russia Today (Rabu, 1/3)menemukan bahwa produsen senjata Jerman Hecler & Koch (H&K) menggunakan cabangnya di Inggris sebagai cara untuk memangkas hambatan ekspor senjata.

H&K telah beroperasi di Inggris sejak tahun 70an ketika perusahaan berlisensi Departemen Pertahanan memproduksi dan merakit sejumlah senjata.


Laporan itu mengatakan bahwa raksasa senjata api itu mengirimkan sejumlah barang dagangannya seperti amunisi dan senjata kecil untuk dijual di daerah konflik melalui pasar Inggris.

Pada tahun 2000, H&K memutuskan untuk menjual senjata dalam konflik di Nepal. Pada saat itu pemerintah Jerman menentang. Namun perusahaan mengirimkan 6.780 senapan ke Inggris yang kemudian dibri ijin ekspor oleh pemerintah Inggris.

Pada Mei 2015 ditemukan bahwa Arab Saudi telah memasok senjata kepada milisi pertempuran di Yaman. Kebanyakan dari senjata itu adalah H&M.

Komisaris Tinggi PBB untuk HAM menegaskan bahwa ada lebih darih 1.400 anak yang telah berjuang dalam konflik di Yaman. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya