Berita

Kartu Tarot/BBC

Dunia

Kelompok Penyihir AS Bersatu Baca Mantra Untuk Trump

MINGGU, 26 FEBRUARI 2017 | 14:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebagian besar lawan Donald Trump percaya bahwa mereka harus bersabar menunggu empat tahun lagi untuk melihat Trump hengkang dari Gedung Putih.

Namun tidak dengan sejumlah penyihir Amerika.

Pada tengah malam hari Jumat kemarin, pengikut sihir di seluruh Amerika Serikat membuat mantra massal untuk melengserkan Trump dari Gedung Putih.


Penulis Michael Hughes yang menggambarkan dirinya sebagai "pemikir ajaib" memposting mantra versi online.

Ia menggunakan lilin pendek oranye dan menunjukkan gambaran tak menyenangkan dari Trump serta kartu tarot yang biasa digunakan dalam ritual.

Kelompok sihir dan partisipan kemudian diminta mengukir nama presiden di lilin menggunakan pin, melafalkan mantra dan kemudian membakar fotonya di api.

Mantra yang dilafalkan termasuk permohonan kepada dewa Wiccan untuk menggagalkan rencana Trump mematahkan negara, merampas kebabasan serta mengisi pikiran dengan kebencian, kebingungan, ketakutan dan keputusasaan.

Hughes sendiri mengatakan bahwa ia memposting rincian dari mantra karena ia merasa hal itu akan menarik banyak perhatian orang.

Kata Hughes, di bawah prinsip ilmu sihir, sebuah mantra mengikat tidak bertujuan untuk membahayakan target, tapi bertujuan untuk menghentikan mereka dari melakukan bahaya diri sendiri.

Seorang partisipan yang ambil bagian dalam ritual di rizona, Mary Pat Azevedo mengatakan bahwa ia melihat ritual itu merupakan bentuk doa kesatuan.

"Penyihir sejati tidak akan pernah membaca mantra pada siapapun tanpa izin. Ini doa untuk kesejahteraan dan kedamaian semua makhluk," ujarnya seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya