Berita

Darmin Nasution-Sri Mulyani/Setkab

Politik

Ekonomi Rakyat Butuh Solusi, Bukan Pernyataan Yang Menakut-nakuti

SELASA, 21 FEBRUARI 2017 | 21:27 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhir-akhir ini dinilai semakin menyudutkan pemerintahan di mana ia sendiri terlibat di dalamnya.

Di tingkatan sebagian analis yang menyorot kinerja tim ekonomi pemerintah, Sri Mulyani bahkan dipersepsikan sedang menciptakan ketakutan di internal tim kabinet.

Misalnya, ketika ia menjelaskan risiko gagal bayar pemerintah Yunani yang bakal mengakibatkan perekonomian global kembali dilanda ketidakpastian selama tiga bulan ke depan.


Menurut dia, dengan defisit Yunani yang melewati tiga persen terhadap PDB, tiga negara yang selama ini membantu Yunani membayar utang (Belanda, Perancis dan Jerman) dikhawatirkan akan "angkat tangan". Apalagi, negara-negara tersebut sedang menghadapi pemilihan umum yang menentukan arah kebijakan ke depan.

Sri Mulyani mengingatkan, gagalnya penyelamatan Yunani bakal memengaruhi pandangan investor terhadap perekonomian negara yang pasarnya tengah berkembang, di mana salah satunya adalah Indonesia.

Di balik saran mantan Direktur Bank Dunia itu soal pentingnya menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kredibel guna meningkatkan kepercayaan investor, terkesan ada usaha untuk membuat pemerintahan Jokowi-JK minder. Dengan demikian, wajah ekonomi Indonesia akan tetap neoliberal.

Sebagai Menkeu yang diangkat presiden, Sri seharusnya ikut bertanggung jawab atas situasi rendahnya penerimaan negara setelah tax amnesty yang diagung-agungkan itu tidak terasa lagi manfaat besarnya. Bukan, misalnya, malah menuding perekonomian China sebagai penyebab.

Belakangan ini juga terdengar sentimen negatif akibat keyakinan pribadi Sri Mulyani bahwa kondisi utang Indonesia, yang saat ini tercatat Rp 3.467 triliun atau 27,5 persen terhadap PDB, masih sehat. Sri membandingkannya dengan negara lain, yaitu India, Yunani, Jepang, dan Amerika Serikat.

Persoalannya adalah kepercayaan rakyat terhadap tim ekonomi yang melibatkan dua tokoh, Sri Mulyani dan Darmin Nasution, begitu rendah karena fakta bahwa transaksi ekonomi rakyat di semua lini sedang melemah. Pelemahan itu terlihat mulai dari kegiatan ekonomi sehari-hari rakyat, penurunan omset para pedagang eceran sampai ke level perusahaan-perusahaan besar yang berpengalaman.

Tren konsumsi menunjukkan pelemahan daya beli rakyat termasuk di pusat-pusat perbelanjaan modern. Penurunan juga tampak di angka penjualan produk-produk otomotif.

Seharusnya tim ekonomi Jokowi, khususnya Sri Mulyani dan Darmin Nasution, mampu memberikan solusi untuk memperkuat ekonomi rakyat. Tentu saja hal tersebut tidak akan bisa terjadi bila para perumus kebijakan masih memiliki pola pikir neoliberalis dan cenderung menakut-nakuti bangsanya sendiri. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya