Berita

Dunia

Tahun 2016 Jumlah Tertinggi Penghancuran Rumah Warga Palestina

JUMAT, 17 FEBRUARI 2017 | 19:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pada tahun 2016, pemerintah Israel telah mempercepat penghancuran rumah-rumah warga Palestina di wilayah pendudukan.

Begitu kata laporan kelompok hak asasi B'Tselem pekan ini. Jumlah penghancuran rumah warga Palestina sepanjang tahun lalu merupakan yang tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

B'Tselem mengatakan kampanye penghancuran diintensifkan pada bulan Agustus 2015 dan resmi dihentikan akhir tahun ini, hanya untuk dilanjutkan pada 2016.


Tahun lalu Israel menghancurkan 274 rumah di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Hal itu menyebabkan 1.134 warga Palestina kehilangan rumah, termasuk 591 anak di bawah umur.

Di Yerusalem Timur, Pemerintah Israel menghancurkan 73 rumah warga Palestina di tahun 2016, sementara 15 orang lainnya dihancurkan oleh pemiliknya atas perintah dari pemerintah kota.

"Meskipun perbedaan antara Area C dan Yerusalem Timur dalam hal yang berwenang beroperasi di daerah masing-masing dan hukum yang diterapkan oleh Israel, kebijakan Israel mengejar di dua daerah mirip, dan dirancang untuk meminimalkan jumlah warga Palestina di tanah sebanyak mungkin," kata kelompok tersebut.

"Pihak berwenang sinis mengutip konstruksi ilegal sebagai dalih untuk penghancuran, sementara pada saat yang sama pemerintah adalah orang-orang yang melarang konstruksi hukum oleh warga Palestina," sambungnya.

Para pendukung hak menuduh pemerintah Israel gagal untuk mengotorisasi izin konstruksi cukup untuk memenuhi permintaan dari penduduk Palestina. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya