Berita

Hafiz Saeed/BBC

Dunia

Terkait Teror Mumbai, Pakistan Keluarkan Perintah Penahanan Ulama Penghasut

SELASA, 31 JANUARI 2017 | 15:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Para pejabat Pakistan telah memerintahkan penahanan seorang ulama penghasut terkait dengan serangan teror Mumbai 2008 yang menewaskan 166 orang.

Ulama tersebut adalah Hafiz Saeed. Ia diketahui memimpin kelompok militan yang dilarang pemerintah, Lashkar-e-Taiba (LeT).

Ia berulang kali membantah keterlibatannya dalam serangan Mumbai. Namun baik Delhi maupun Washington, sama-sama meyakini bahwa ia merupakan dalang di balik serangan penembakan dan pengeboman tahun 2008 itu.


Seorang juru bicara untuk Saeed mengklaim bahwa pemerintah Pakistan telah ditekan oleh Amerika Serikat untuk bertindak melawan dia.

Saeed sendiri merupakan kepala Jamaat-ud-Dawa (Jud), sebuah kelompok amal Pakistan yang India dan Amerika Serikat katakan adalah sebuah front untuk LeT. Hal ini tercantum sebagai pakaian teror oleh PBB, dan dimasukkan pada daftar pengawasan teror Pakistan pada tahun 2015.

Ia dketahui telah lama menjadi salah satu sumber ketegangan antara Islamabad dan Delhi selama bertahun-tahun, tetapi tidak jelas mengapa pemerintah memutuskan untuk bergerak melawan dia sekarang.

Ia diletakkan di bawah tahanan rumah pada 2008 setelah pertumpahan darah di Mumbai, tapi dibebaskan sekitar enam bulan kemudian. Orotitas Pakistan menyebut tidak ada cukup bukti untuk mengadilinya atau menyerahkannya kepada India. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya