Berita

Ilustrasi/Press TV

Dunia

Pengawas: Korupsi AS Berpotensi Memburuk Di Bawah Trump

RABU, 25 JANUARI 2017 | 18:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kebjakan yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpotensi meningkatkan korupsi dan ketidakadilan di seluruh negeri.

Begitu kata badan pengawas global, Transparency International (Rabu, 25/1).

Pengawas anti-korupsi itu mengatakan bahwa politisi populis seperti Trump dan kandidat presiden Prancis Marine Le Pen akan membawa korupsi dan kesenjangan sosial di masyarakat.


Menurut kelompok tersebut, pemimpin otokratis seperti itu sering melemahkan demokrasi, memperkuat tindakan keras terhadap masyarakat sipil dan membatasi kebebasan pers.

"Dalam kasus Donald Trump, tanda-tanda pertama dari pengkhianatan seperti janji yang sudah ada," begitu bunyi keterangan dari kelompok yang berbasis di Berlin tersebut.

Secara umum, Transparancy International mendefinisikan korupsi sebagai penyalahgunaan kekuasaan publik untuk keuntungan pribadi.

Amerika Serikat sendiri telah jatuh dua tempat di Indeks Persepsi Korupsi tahunan yang juga dirilis kelompok tersebut di peringkat ke-18 dalam daftar dengan skor 74 dari 100. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya