Berita

Donald Trump/Reuters

Dunia

Kebijakan Ekonomi Trump Mungkin Bukan "Obat" Yang Tepat

JUMAT, 20 JANUARI 2017 | 20:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemotongan pajak, deregulasi dan pengeluaran federal lebih yang dianjurkan oleh Donald Trump bisa dibilang merupakan obat klasik bagi stagnansi ekonomi dan garis pengangguran panjang.

Tapi obat itu mungkin terlalu kuat untuk ekonomi yang telah berkembang selama delapan tahun, dengan upah sekarang naik dan tingkat pengangguran yang banyak ekonom katakan kerja penuh.

Menurut sejumlah analis Reuters dengan melihat data pekerjaan regional dan tren bersejarah menunjukkan bahwa stimulus bisa meningkatkan permintaan untuk pekerja di daerah di mana tenaga kerja sudah ketat. Yang pada gilirannya, bisa memicu inflasi, memaksa Federal Reserve untuk menaikkan suku cepat dari yang diharapkan, dan membuat resesi ancaman yang lebih besar.


Namun apa yang Amerika perlukan sekarang adalah operasi kecil dengan menanggung kebijakan yang difokuskan pada daerah tertekan di daerah pedesaan dan jantung industri, yang jatuh dari sinkron dengan ekonomi global.

"Ketika Anda memikirkan apa yang Trump warisi, itu adalah ekonomi di mana banyak dari krisis baru-baru ini telah diselesaikan," kata Jed Kolko, kepala ekonom untuk situs pekerjaan indeed.com.

"Tantangan yang tetap adalah orang-orang yang sulit untuk memperbaiki," katanya, mengutip sebagai contoh penurunan sabuk batubara atau kenaikan penyalahgunaan narkoba di masyarakat tertekan tengah Amerika. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya