Berita

Dubes Ouadia Benabdellah dan Teguh Santosa/RMOL

Dunia

Maroko Ingin Perkuat Kerjasama Ekonomi Dengan Indonesia

SELASA, 17 JANUARI 2017 | 14:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kerajaan Maroko ingin memperkuat kerjasama ekonomi dengan Republik Indonesia dan berharap organisai persahabatan masyarakat kedua negara ikut membantu mempromosikan upaya peningkatan kerjasama itu.

Demikian disampaikan Dutabesar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia Ouadia Benabdellah dalam pertemuan dengan Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko, Teguh Santosa, di Kedubes Maroko di Jalan Denpasar Raya, Jakarta, Senin (16/1).

Dubes Ouadia Benabdellah sudah tiga bulan berada di Jakarta, namun baru pekan lalu (Kamis, 12/1) mendapat kesempatan menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo. Mantan anggota Parlemen Kasablanka-Afna ini menggantikan Dubes Muhammad Majdi.


Yang Mulia Benabdellah berharap pada masa jabatannya di Jakarta kedua negara dapat meningkatkan kerjasama khususnya dalam bidang ekonomi. Beliau terlihat begitu antusias membicarakan berbagai prospek kerjasama ekonomi dengan Indonesia,” ujar Teguh Santosa dalam keterangan yang diterima redaksi Selasa pagi (17/1).

Teguh juga mengatakan bahwa Dubes Benabdellah berniat mengunjungi sebanyak mungkin wilayah Indonesia untuk memahami benar-benar potensi ekonomi Indonesia.  

Di pertengahan tahun 2017, misalnya, Perhimpunan Persahabatan Indonesia Maroko berencana menggelar kegiatan kebudayaan Maroko di kota Medan, Sumatera Utara. Diharapkan promosi kebudayaan ini dapat memperkuat pondasi kerjasama ekonomi kedua negara. Dubes Benabdellah menyambut baik dan ingin menghadiri kegiatan tersebut.

Dalam pertemuan, Teguh yang juga merupakan Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) secara informal menyampaikan undangan kepada Dubes Benabdellah untuk menghadiri Hari Pers Nasional (HPN) 2017 di Ambon, Maluku, bulan Februari mendatang.

Dubes Benabdellah mengatakan, insya Allah dirinya pun akan hadir dan sempat minta penjelasan mengenai potensi sumber daya alam Maluku seperti migas, nikel, emas, juga perikanan dan tentu saja rempah-rempah yang sempat membawa nama Maluku mendunia,” kata Teguh lagi.

Dari catatan Kementerian Perdagangan RI diketahui bahwa volume perdagangan Indonesia dan Maroko terbilang tidak tinggi dibandingkan dengan volume perdagangan Indonesia dan partner konvensional. Total perdagangan Indonesia dan Maroko sempat menyentuh angka 227 juta dolar AS pada tahun 2012. Angka ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar Rp 152 juta dolar AS. Di tahun 2013, total perdagangan menurun menjadi 186 dolar AS, dan di tahun 2014 naik kembali menjadi 222 juta dolar AS. Lalu kembali turun di tahun 2015 menjadi 214 dolar AS. Hingga Oktober 2016 total perdagangan kedua negara tercatat sebesar 134 juta dolar AS.

Selain hubungan perdagangan, Dubes Benanbdellah juga berharap agar jumlah kunjungan wisatawan dari Maroko ke Indonesia dan sebaliknya juga meningkat. Apalagi, kedua negara sudah memberlakukan bebas visa kunjungan sejak lama.

Dubes Benabdellah mengatakan dirinya sudah mendapatkan laporan dari diplomat dan staf Kedubes mengenai peranan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko yang berdiri tahun 2010 terutama dalam mempromosikan kebudayaan Maroko dan membela posisi Maroko di berbagai forum internasional. Beliau berharap Perhimpunan juga bisa berperan dalam meningkatkan hubungan perekonomian kedua negara,” demikian Teguh Santosa.

Teguh Santosa yang juga dosen hubungan internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah dan London School of Public Relations (LSPR) Jakarta pernah diundang untuk berbicara di Komisi IV PBB di New York mengenai sengketa Sahara Barat di Maroko pada tahun 2011 dan 2012.

Studi yang dilakukan Teguh mengenai konflik di kawasan itu pada saat menuntut ilmu di University of Hawaii of Manoa (UHM) membuatnya yakin bahwa Sahara Barat merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Maroko sebelum gelombang kolonialisasi bangsa-bangsa Eropa di Afrika pada akhir abad ke-19. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya