Berita

Anas Modamani selfie dengan Kanselir Jerman/The Guardian

Dunia

Pengungsi Suriah Ini 'Seret' Facebook Ke Pengadilan

JUMAT, 13 JANUARI 2017 | 18:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang pengungsi Suriah di Jerman "menyeret" Facebook ke pengadilan karena dinilai mengambil tindakan yang cukup atas apa yang dinilai sebagai penyebaran berita palsu yang menggunakan fotonya.

Untuk diketahui bahwa pengungsi itu bernama Anas Modamani berusia 19 tahun. Ia merupakan pengungsi yang berasal dari Darayya Suriah.

Pada 10 September  2015 lalu ia mengambil foto selfie dengan Kanselir Jerman Angela Merkel yang tengah berkunjung ke penampungan pengungsi di Spandau Berlin.


Pada saat ia mengambil foto selfie, kebetulan ada juga fotografer profesional yang mengambil foto keduanya tengah selfie.

Foto selfie dirinya beberapa waktu kemudian kerap muncul di postingan media sosial bersamaan dengan informasi palsu yang menyebut bahwa Modami telah terlibat dalam kegiatan kriminal atau teroris.

Pada bulan Maret tahun lalu, sejumlah tulisan dan artikel palsu juga muncul yang menyebut bahwa Modami adalah Najim Laachraou, salah satu tetoris di balik pemboman di Brussel,

Postingan serupa juga menjamur setelah usaha bom bunuh diri di Ansbach Jerman di bulan Juli.

Postingan yang sama juga muncul Natal kemarin yang menggunakan foto selfie dirinya dengan berita bahwa dia adalah bagian dari kelompok yang melakukan kekerasan terhadap seorang tunawisma di Berlin.

Pengacara Modami, Chan-jo Jun mengatakan bahwa setiap kali ada sesuatu yang terjadi dan ada hubungannya dengan pengungsi, foto selfie dirinya dengan Merkel dikeluarkan sebahai ikon dan diolesi dengan segala macam tindak pidana.

'Anis Modami kini membela dirinya dengan memanfaatkan hak pribadinya. Tidak ada orang yang layak dicemarkannama baiknya dengan sindiran," ujarnya.

Sejak munculnya protes, pihak Facebook memblokir sejumlah postingan palsu tentang Modami, namun gagal menghapus postingan lainnya yang sudah terlanjur tersebar.

Seorang juru bicara Facebook mengatakan bahwa pihaknya menerima permintaan penghapusan dari Juni. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya