Berita

Ilustrasi/BBC

Dunia

Fiat Dituduh Soal Software Emisi

JUMAT, 13 JANUARI 2017 | 14:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Produsen otomotif Fiat Chrysler dituduh tidak memberitahu pihak berwenang soal software yang mengatur emisi dalam ribuan kendaraan diesel.

Menurut US Environmental Protection Agency (EPA) mengatakan perusahaan melanggar hukum dengan memasang software, namun gagal untuk mengungkapkan teknologi yang telah dipasang ke sekitar 100 ribu kendaraan Jeep dan Dodge.

Softare tersebut menyebabkan kadar oksida nitrogen yang dihasilkan kendaraan semakin tinggi.


Menuruta EPA, ada 104 ribu kendaraan yang terkena dampak pada mobil jenis Jeep Grand Cherokee SUV dan Dodge Ram keluaran tahun 2014, 2015 dan 2016.

Pihak EPA juga menyebut bahwa sedikitnya delapan jenis perangkat lunak kontrol emisi pada kendaraan tidak diungkap ke agen.

"Gagal mengungkapkan perangkat lunak yang mempengaruhi emisi dalam mesin kendaraan adalah pelanggaran serius terhadap hukum yang dapat mengakibatkan polusi berbahaya di udara yang kita hirup," kata pejabat EPA Cynthia Giles.

"Semua mobil harus bermain dengan aturan yang sama," sambungnya.

Dengan skandal itu, pihak Fiart Chrsler bisa dikenai denda sekitar 44.500 dolar AS per kendaraan yang secara total berrti sekitar 4,6 miliar dolar AS.

Menanggapi tuduhan tersebut, bos Fiat Chrysler Sergio Marchionne mengatakan bahwa pihaknya tidak melakukan tindakan ilegal apapun.

"Tidak pernah ada maksud untuk menciptakan kondisi yang dirancang untuk mengalahkan proses pengujian. Ini adalah omong kosong," sebutnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya