Berita

Ilustrasi/BBC

Dunia

Filipina Segera Tawarkan Kontrasepsi Gratis Bagi Warga Miskin

KAMIS, 12 JANUARI 2017 | 17:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Filipina akan segera menawarkan kontrasepsi gratis bagi sekitar enam juta perempuan yang tidak memiliki akses kepada kontrasepsi.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan bahwa ia ingin mengurangi jumlah kehamilan yang tidak diinginkan, terutama di kalangan orang miskin.

Perintah eksekutif itu diperkirakan akan menuai perlawanan terutama dari Gereja Katolik Roma.


Di Filipina sendiri diketahui lebih dari 80 persen di antaranya merupakan penganut Katolik Roma.

Diketahui bahwa presiden Filipina sebelumnya harus berjuang selama bertahun-tahun untuk meluluskan aturan yang memperluas penggunaan alat kontrasepsi di negara tersebut.

Namun Mahkamah Agung menempatkan larangan sementara distribusi implan kontrasepsi di bawah larangan hukum pada tahun 2015 setelah adanya keluhan dari kelompok anti-aborsi.

Sementara itu menurut Sekretaris Perencanaan Ekonomi Ernesto Pernia mengatakan bahwa dorongan untuk mencapai "nol kebutuhan yang belum terpenuhi untuk KB" adalah bagian penting dari rencana FIlipina untuk mengurangi kemiskinan.

Pemerintah Filipina menargetkan pemotongan angka kemiskinan menjadi 13 persen pada tahun 2022 dari angka 21,6 persen pada tahun lalu.

Rencana pemberian kontrasepsi gratis itu diyakini pro-kehidupan, pro-perempuan, pro-anak, dan pro-pembangunan ekonomi,

Perintah eksekutif Duterte memprioritaskan untuk mendapatkan kontrasepsi bagi dua juta wanita yang diidentifikasi sebagai orang miskin pada tahun 2018. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya