Berita

Ilustrasi/BBC

Dunia

Brexit Khawatirkan Sektor Pendidikan Tinggi Inggris

KAMIS, 12 JANUARI 2017 | 15:02 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Proses hengkangnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit berpotensi memunculkan bencana besar bagi universitas terbesar di Inggris, Universitas Oxford.

Begitu kata Wakil Rektor dari Oxford Brookes Alistair Fitt di hadapan anggota parlemen pekan ini dalam acara yang digelar kusus bersama dengan Komite Pendidikan di Universitas Oxford.

Para anggota parlemen hendak mengetahui apa yang akan menjadi dampak dari Brexit di sektor Universitas di Inggris.


Fitt menyebut bahwa Parlemen tidak akan menemukan sektor yang lebih menentang Brexit selain sektor pendidikan tinggi.

Ia menjelaskan bahwa meninggalkan Uni Eropa merupakan prospek suram untuk pendidikan tinggi dan penelitian.

Dalam kesempatan yan sama, Profesor Catherine Barnard dari Universitas Cambride mengatakan kepada anggota parlemen bahwa universitas sendiri telah melihat penurunan aplikasi sebesar 14 persen pada tahun ini dari siswa Eropa.

Pihak universitas telah menanyakan sejumlah siswa potensial yang menolak kesempatan belajar di Cambride. Mereka mengatakan bahwa alasannya adalah karena ada kekhawatiran atas sentimen anti-imigran dan ketidakpastian atas masa depan keterlibatan Inggris dalam penelitian internasional.

Prof Barnard memperingatkan bahwa mayoritas mahasiswa matematika yang berbakat yang bersekolah di Cambride berasal dari negara-negara Eropaantara lain Hungaria, Polandia dan Rumania. Siswa-siswa potensial sekarang lebih memilih untuk mengenyam pendidikan di sekolah lainnya pasca Brexit.

Terlebih lagi, ada keluhan bahwa beberapa lembaga penelitian elit di Inggris yang memiliki peran penting untuk infrastruktur nasional, sekitar dua pertiga stafnya berasan dari negara-negara Uni Eropa. Hal itu juga tentu akan terkena imbas dari Brexit. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya