Berita

Obama/Reuters

Dunia

Pidato Perpisahan, Obama Singgung Rencana Kebijakan Trump

RABU, 11 JANUARI 2017 | 13:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendesak warga Amerika Serikat untuk membela nilai-nilai dasar Amerika Serikat dan menolak diskriminasi jelang pergantian pemerintahan.

Hal itu disampaikan Obama dalam pidato emosional (Selasa, 10/1) di mana ia mengucapkan terimakasih dan menyatakan kehormatannya pernah menjabat sebagai presiden.

Dalam pidato perpisahannya itu, Obama dengan lembut mendorong masyarakat untuk merangkul visi kemajuan.


"Jadi sama seperti kita, sabagai warga negara, harus tetap waspada terhadap agresi eksternal, kita harus waspada terhadap melemahnya nilai-nilai yang membentuk siapa kita," kata Obama di hadapan sekitar 18 ribu orang yang berkumpul di kampung halamannya di Chicago.

Dalam pidatonya, ia sempat menyinggung sejumlah isu yang kerap memicu kontroversi setelah didengungkan oleh Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump.  Namun demikian ia tidak secara langsung menyebut nama Trump.

Di antaranya adalah mengusulkan umat Islam masuk ke Amerika Serikat, membangun dinding di perbatasan dengan Meksiko, menahan kesepakatan global untuk memerangu perubahan iklim dan pembongkaran hukum reformasi kesehatan Obama.

Obama menyebut bahwa posisinya tidak berubah terkait upaya untuk mengakhiri penggunaan penyiksaan dan menutup penjara Amerika Serikat di Teluk Guantanamo, Kuba. Ia menekankan bahwa bagian itu merupakan langkah lebih luas untuk menegakkan nilai-nilai Amerika Serikat.

"Itu sebabnya saya menolak diskriminasi terhadap Muslim Amerika," kata Obama.

Obama pun menekankan bahwa perlu adanya tindakan berani untuk melawan pemanasan global.

Terkait masalah kesehatan, ia menjelaskan bahwa ia akan menerima bila ada sistem yang lebih baik dari yang sudah ada sekarang.

"Jika ada yang bisa menyusun rencana yang terbukti lebih baik daripada perbaikan yang kita buat untuk sistem kesehatan kita yang mencakup banyak orang dengan biaya yang kurang, saya secara terbuka akan mendukungnya," tegas Obama. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya