Berita

Ilustrasi/The Guardian

Dunia

Jerman Selidiki Penyebaran Informasi Palsu Soal Campur Tangan Rusia

SELASA, 10 JANUARI 2017 | 16:04 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Jerman tengah menyelidiki penyebaran informasi palsu yang menyebut bahwa Rusia tengah berupaya untuk mempengaruhi pemilu negara tersebut akhir tahun ini.

Intelijen domestik Jerman Bfv menegaskan bahwa serangan cyber Desember lalu terhadap Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) digunakan sebagai "serangan infrastruktur" yang sama dengan peretasan parlemen Jerman dikaitkan dengan kelompok hacker Rusia APT28 tahun 2015.

Bulan lalu, BfV mengatakan telah melihat sebuah penggunaan besar sumber daya keuangan dan penyebaran berbagai macam alat propaganda Rusia untuk melaksanakan kampanye disinformasi yang bertujuan mengganggu stabilitas pemerintah Jerman.


Rusia membantah keterlibatannya dalam masalah tersebut yang dikatakan menargetkan pemerintah dan lembaga-lembaga Barat.

Steffen Seibert, juru bicara pemerintah, mengatakan Jerman akan menggunakan semua cara yang mungkin untuk menyelidiki penyebaran berita palsu online, mengatakan respon terbaik adalah transparansi yang lebih besar.

"Kita berhadapan dengan fenomena dimensi yang belum kita lihat sebelumnya," katanya.

OSCE sendiri yang memiliki 57 anggota termasuk Rusia dan Amerika Serikat mengatakan telah menjadi sasaran serangan cyber bulan lalu.

"Kami mengambil insiden yang berkaitan dengan kemungkinan serangan peretasan terhadap OSCE sangat serius, dan kami juga mengambil kasus lain yang sangat serius," kata juru bicara kementerian luar negeri Jerman Martin Schaefer.

"Hal ini jelas bahwa segala sesuatu harus dilakukan untuk mencegah dan menghambat insiden tersebut sebanyak mungkin dalam lingkup kami, di domain kita," tambahnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya