Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kegagalan Komunikasi Dua Arah Indonesia-Australia Soal Penangguhan Kerjasama Militer

RABU, 04 JANUARI 2017 | 19:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Keputusan Indonesia untuk menangguhkan kerjasama militer dengan Australia dinilai memiliki potensi memunculkan "badai di cangkir teh".

Sebagai informasi, penangguhan dilakukan karena pihak militer Indonesia menilai ada penghinaan dalam filosofi dasar negara Indonesia, pancasila dalam materi yang dipamerkan di Air Service Khusus yang basis Perth.

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Michael Gordon di media Australia The Sydney Morning Herald hari ini (Rabu, 4/1), disebut bahwa situasi ini sulit dibayangkan. Paling tidak karena kepentingan nasional Australia untuk melakukan segala daya untuk mendukung filosofi tersebut dan bukan penghinaan atau merusaknya.


Gordon menulis bahwa saat ini, prinsip-prinsip pancasila itu sendiri sebenarnya tengah diserang di Indonesia, bersamaan dengan kohesi sosial yang secara umum mendefinisikan kualitas Indonesia sebagai negara tetangga Australia.

"Pengadilan soal penistaan dari Gubernur Jakarta yang beragam Kristen Basuki Tjahaja 'Ahok' Purnama, dan demonstrasi yang menyertainya adalah salah satu manifestasi dari apa yang Barack Obama telah digambarkan sebagai pergeseran dari Islam yang santai, Islam sinkretis menjadi lebih fundamentalis, interpretasi yang tak kenal ampun," tulisnya.

Pergeseran ini, tambahnya, dikombinasikan dengan kekuatan ekonomi yang tumbuh di Indonesia. Hal itu membuat Australia penting untuk menjalin kemitraan strategis lebih tangguh dengan Indonesia dan melakukan yang terbaik untuk mendukung multikulturalisme di Indonesia.

Mantan Perdana Menteri Australia Tony Abbott memahami hal ini, tapi tidak bisa memberikannya untuk berbagai alasan, beberapa di luar kendalinya. Tantangan Malcolm Turnbull adalah untuk melakukan apa Abbott tidak bisa lakukan.

Juru bicara militer Indonesia Mayor Jenderal Wuryanto pekan ini menekankan bahwa penghinaan terhadap pancasilan itu menjadi alasan penangguhan latihan.

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne telah merespon dengan mengatakan bahwa Angkatan Darat Australia telah melihat kasus ini dengan keprihatinan serius dan bahwa penyelidikan atas insiden tersebut sedang diselesaikan.

Gordon menulis bahwa hal ini menunjukkan kegagalan dua arah untuk berkomunikasi pada saat yang tidak menguntungkan.

"Itulah masalah dengan badai di cangkir teh. Dengan tidak adanya komunikasi langsung, jujur dan meyakinkan, berdasarkan saling menghormati, mereka bisa berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih serius," tutupnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya