Berita

Vitaly Smirnov/BBC

Dunia

Pejabat Rusia Akui Adanya Program Doping

RABU, 28 DESEMBER 2016 | 16:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pejabat Rusia untuk pertama kalinya mengakui keberadaan operasi doping yang mempengaruhi sejumlah kompetisi utama dunia.

Menurut sebuah laporan tertanggal 9 Desember, disebutkan bahwa ada lebih dari 1.000 warga Rusia yang mendapat manfaat namun menutup-nutupi doping antara tahun 2011-2015.

Dalam wawancara dengan New York Times, para pejabat mengakui program tersebut tetapi membantah hal itu disponsori oleh negara.


"Itu adalah konspirasi kelembagaan," kata Anna Antseliovich yang bertindak sebagai direktur umum lembaga anti-doping Rusia.

Namun, Antseliovich, yang belum terlibat langsung dalam penyelidikan, mengatakan bahwa pejabat pemerintah tidak terlibat.

Sementara itu, Vitaly Smirnov yang telah menjadi pejabat olahraga terkemuka sejak era Soviet dan telah ditunjuk oleh Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mereformasi sistem anti-doping, mengatakan bahwa ia tidak ingin berbicara tentang pihak yang bertanggung jawab terkait doping.

"Dari sudut pandang saya, sebagai mantan menteri olahraga, presiden Komite Olimpiade, kami membuat banyak kesalahan," sambungnya.

Dalam investigasi Juli lalu oleh Badan Anti-Doping Dunia (Wada) disebutkan bahwa Kementerian Olahraga Rusia telah mengarahkan, mengendalikan dan mengawasi manipulasi sampel urin yang disediakan oleh atlet.

Sebuah laporan Wada kedua dari profesor hukum Kanada dan pengacara olahraga Dr Richard McLaren mengatakan Olimpiade London 2012 telah rusak dalam skala belum pernah terjadi sebelumnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya