Berita

Ilustrasi/BBC

Dunia

HRW: Ratusan Orang Tahanan Meninggal Karena Penyiksaan Polisi Di Sel India

SENIN, 19 DESEMBER 2016 | 14:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Setidaknya ada 600 orang telah tewas dalam tahanan polisi di India antara tahun 2010 hingga 2015 lalu.

Begitu kata laporan terbaru Human Rights Watch (HRW) seperti dimuat BBC awal pekan ini.

Dalam laporan setebal 114 halaman, kelompok tersebut mengatakan bahwa tidak satu pun polisi yang dihukum karena kematian tahanan di sel selama periode tersebut. Pihak kepolisian India lebih sering menggunakan dalih kematian tahanan di sel adalah karena sakit, berusaha melarikan diri, bunuh diri ataupun kecelakaan.


Padahal, menurut HRW, sejumlah besar kematian tahanan di sel tersebut justru terjadi karena adanya penyiksaan dalam tahanan.

Laporan ini mengacu pada investigasi mendalam terhadap 17 kematian dalam tahanan yang terjadi antara 2009 dan 2015, termasuk lebih dari 70 wawancara dengan anggota korban keluarga, saksi, ahli hukum, dan pejabat polisi.

Pada masing-masing 17 kasus, kata laporan itu, polisi tidak mengikuti prosedur penangkapan yang tepat, membuat tersangka lebih rentan terhadap penyalahgunaan.

"Polisi di India akan belajar bahwa pemukulan tersangka mengaku tidak bisa diterima hanya setelah petugas dituntut untuk penyiksaan," kata Meenakshi Ganguly, Asia Selatan Direktur Human Rights Watch.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa terlalu sering, polisi menyelidiki kematian dalam tahanan lebih peduli tentang melindungi rekan-rekan mereka dari membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan," tambah laporan tersebut. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya