Berita

Olahraga

Menang Atau Kalah, Presiden Harus Siapkan Bonus Rp 12 M Untuk Timnas

SABTU, 17 DESEMBER 2016 | 18:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komitmen Presiden Joko Widodo yang akan mengguyur Pemain Timnas Sepakbola Indonesia kalau menjadi juara Piala AFF dengan bonus fantastis disambut baik.

Hal itu merupakan bentuk perhatian Kepala Negara kepada Boaz Solossa Dkk agar mengalahkan Tim Thailanda pada leg kedua yang akan berlangsung di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, pukul 19.00 WIB, Sabtu (17/12).

"Terimakasih buat Jokowi yang sudah mempersiapkan Rp 12 miliar untuk Timnas ketika jadi juara," ungkap penggemar Timnas Indonesia, Uchok Sky Khadafi kepada Kantor Berita Politik RMOL malam ini.


Namun menurutnya, mestinya bonus tersebut tak hanya diberikan kalau menjadi kampiun. Mestinya, bonus tersebut diberikan tanpa memberikan syarat menang.

"Tapi, tolong dong Pak Jokowi, uang Rp 12 miliar kasih saja buat Timnas, baik menang atau kalah di Thailand," ucapnya. [Baca: Presiden Jokowi Siapkan Bonus Rp 12 Miliar Untuk Kemenangan Timnas]

Karena,  Direktur Center For Budget Analysis (CBA) menilai, selama ini Timnas sudah membanggakan rakyat Indonesia.

"Tapi, kelihatan buat Pak Jokowi, Timnas belum membanggakan iya? Masak mau ngasih duit saja, Timnas harus juara. Jangan pelit lah Pak Jokowi ketika jadi Presiden," sentil Uchok.

Sebelumnya, pada pertandingan final leg pertama di Stadion Pakansari, Bogor, Rabu (14/12), Timnas mampu mengungguli Thailand dengan skor akhir 2-1. Saat itu, Indonesia mampu bangkit dan mengejar ketertinggalan setelah pada babak pertama sempat tertinggal terlebih dahulu.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya