Berita

Nusantara

Sumatera Selatan Paling Siap Tanggulangi Bencana

SENIN, 12 DESEMBER 2016 | 18:17 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi salah satu daerah yang paling siap dalam penanggulangan bencana alam.

Diketahui bahwa Indonesia menduduki urutan ke-7 di antara negara-negara yang rawan bencana berdasarkan data International Strategy for Disaster Reduction (ISDR). Hal itu berlaku pula bagi daerah-daerah di Provinsi Sumatera Selatan.

Plt. Kepala Dinas Sosial Sumsel, Belaman Karmuda, mengatakan, jika dilihat dari evaluasi tahun 2015 lalu, 14 kabupaten/kota termasuk ibu kota Sumsel, Palembang, tak luput dari bencana alam.


"Artinya hanya tiga daerah yang terlepas dari predikat rawan bencana," ujar Belaman kepada RMOL Sumsel, Senin (12/12).

Bencana yang kerap melanda daerah-daerah Sumsel adalah banjir, tanah longsor dan puting beliung. Fenomena alam ini tidak hanya mengakibatkan kerugian materil tetapi juga korban jiwa. Agar kerugian materil maupun jiwa dapat diminimalisir, dibutuhkan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat.

"Solusi terbaik living harmony with disaster atau kita sadar akan bencana, kita hidup berdampingan dengan bencana maka janganlah merusak alam dan mempunyai kesiapan menghadapi seketika bencana datang," lanjutnya.

Saat terjadi bencana target dan sasaran utama yang harus diselamatkan adalah anak anak, lansia, penyandang disabilitas dan ibu hamil.             

Untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam penanganan bencana alam, Dinas Sosial di tahun 2016 ini telah memiliki 1000 relawan siaga bencana yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sumsel. Dengan kata lain, Sumsel siap menanggulangi setiap bencana yang datang. Jumlah relawan di Sumsel terbanyak di Indonesia dan itu dibuktikan dengan torehan Rekor MURI belum lama ini.

"Sumsel mempunyai relawan terbanyak di Indonesia dan setiap relawan telah dibekali penyuluhan, pelatihan dan simulasi pertolongan gawat darurat, evakuasi dan penyelamatan di air," ujarnya.

Tidak hanya penanggulangan, Dinas Sosial Sumsel juga bertanggung jawab memberikan bantuan logistik bagi setiap daerah yang terkena bencana. Saat ini, Sumsel memiliki gudang logistik berskala regional yang berada di Kabupaten Indralaya

"Pemerintah menyiapkan beras cadangan pemerintah (BCP) 200 ton untuk provinsi, 100 ton di tiap kabupaten dan beras reguler 50 ton setahun. Selain itu logistik pemenuhan kebutuhan dasar berupa sandang, peralatan keluarga, keluarga, bayi, sekolah, matras, selimut dan lain-lain juga tersedia," ujarnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya