Berita

Salah satu senjata buatan AS yang digunakan Saudi di Yaman/Press TV

Dunia

HRW: Obama Punya Satu Kesempatan Terakhir Untuk Mengubah Yaman

JUMAT, 02 DESEMBER 2016 | 19:01 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok HAM, Human Right Watch (HRW) kembali mengeluarkan seruan kepada Amerika Serikat untuk menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi.

Seruan itu disampaikan pihak HRW dalam sebuah surat yang ditujukkan kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

(AS) terus memungkinkan pengiriman miliaran dolar senjata ke Arab Saudi, sedangkan Riyadh dan sekutunya terus melancarkan serangan ke rumah, sekolah, rumah sakit dan pemakaman di Yaman,” begitu bunyi surat itu.


Presiden Obama memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengubah kebijakan Amerika Serikat di Arab Saudi dan membuat Yaman menjadi lebih baik dengan menghentikan pengiriman senjata,” tambah keterangan yang sama seperti dimuat Press TV.

Arab Saudi diketahui memulai kampanye pemboman di Yaman pada Maret 2015 untuk membangun kembali posisi bagi mantan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi yang merupakan sekutu dekat Saudi. Sejak saat itu, serangan di Yaman telah menewaskan ribuan warga sipil tak berdosa di yaman.

Amerika Serikat sendiri memiliki kerjasama pedagangan senjata dengan Saudi. Pada tahun 2015 saja tercatat bahwa Amerika Serikat memiliki lebih dari 20 miliar dolar AS penjualan senjata militer dengan Saudi. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya