Berita

Salah satu bentuk pesan kebencian di Inggris/Press TV

Dunia

Kejahatan Kebencian Meningkat Di Inggris Pasca Brexit, Mayoritas Korban Muslim

KAMIS, 01 DESEMBER 2016 | 18:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Inggris mengalami lonjakan kejahatan atas dasar kebencian menyusul keputusan untuk hengkang dari Uni Eropa, atau yang populer dengan istilah Brexit.

Hal itu terungkap dalam penelitian terbaru yang dirilis pekan ini. Dalam penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Institut Analisis Hubungan Ras tercatat bahwa ada 134 insiden rasis yang dilaporkan di Inggris pasca referendum Brexit 23 Juni lalu.

Sekitar 51 dari 134 insiden tersebut menggunakan pesan-pesan referendum atau pesan yang digunakan selama kampanye Brexit.


Sejumlah korban yang melapor, baik warga dari negara-negara Uni Eropa atau pun warga Inggris yang menentang Brexit mengatakan bahwa mereka mendapat hinaan kasar ataupun menemukan kata-kata kasar tertulis di sejumlah lokasi.

"Pulang ke rumahmu! Kami memilih agar kalian keluar. Kalian akan hengkang dari negara ini segera," begitu salah satu kalimat yang dilontarkan warga Inggris kepada warga Eropa lainnya yang tinggal di Inggris,

Di antara para Korban tersebut, yang paling besar adalah Muslim. ada setidaknya 30 insiden kejahatan atas kebencian yang menimpa Muslim di Inggris pasca Brexit.

Dalam penelitian tersebut, Institut Hubungan Ras menyalahkan kebijakan pemerintah Inggris pada imigrasi yang menyulut kejahatan kebencian setelah pemilihan Brexit.

"Tesis kami adalah bahwa lonjakan kebencian ras telah memiliki dorongan langsung dari pendekatan memecah belah ras, agama dan migrasi yang sekarang menjadi kebijakan resmi," kata laporan tersebut seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya