Berita

Ilustrasi korban genosida/BBC

Dunia

Soal Genosida, Rwanda Siapkan Penyidikan 20 Pejabat Perancis

RABU, 30 NOVEMBER 2016 | 15:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rwanda membuka penyelidikan formal kepada 20 pejabat Perancis yang diduga terlibat dalam genosida tahun 1994.

Kepala jaksa Rwanda Richard Muhumuza mengatakan otoritas Perancis telah dihubungi terkait hal ini dan menyatakan akan bekerjasama penuh.

Diketahui bahwa hubungan antara Rwanda dan Perancis mengalami ketegangan sejak pembunuhan massal terjadi tahun 1994 di mana sekitar 800 ribu orang tewas, sebagian besar di antaranya adalah etnis Tutsi. Mereka tewas di tangan ekstremis Hutu selama genosida Rwanda.


Di tengah genosida, ada peran Perancis sebagai sekutu dekat pemerintah nasionalis Hutu dari Juvenal Habyarimana sebelum pembunuhan massal terjadi.

Genosida bermula dari penembakan pesawat yang ditumpangi Juvenal Habyarimana di Kigali pada April 1994. Hal itu memicu konflik berujung genosida.

Rwanda menuduh Perancis mengabaikan atau menghilangkan tanda-tanda peringatan serta melatih orang-orang yang melakukan pembunuhan.

Perancis telah mengakui pembuatan kesalahan atas genosida tapi membantah klaim keterlibatan.

"Penyelidikan, untuk saat ini, difokuskan pada 20 individu yang, menurut informasi yang dikumpulkan sejauh ini, yang diperlukan oleh otoritas penuntutan untuk menjelaskan atau memberikan kejelasan tentang tuduhan terhadap mereka," kata Muhumuza dalam sebuah pernyataan. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya