Berita

Ilustrasi/CNN

Dunia

Tayangkan Cara Tutupi Memar Akibat Kekerasan Domestik, TV Maroko Banjir Kecaman

SELASA, 29 NOVEMBER 2016 | 16:02 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah channel televisi Maroko mendapatkan kritik karena menayangkan acara yang memberikan saran bagi wanita untuk menutupi memar akibat kekerasan dalam rumah tangga dengan make up.

Channel 2M TV milik negara itu dalam salah satu segmen acara pekan lalu menunjukkan seorang make up artist yang bisa menutupi memar biru di mata dan pipi seorang model.

"Ini topik yang menyakitkan dan menyedihkan, namun pada kesempatan Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan ini, kami akan menunjukkan makeup untuk menutupi tanda-tanda pemukulan," kata sang make up artist dalam acara tersebut.


"Ini adalah topik yang kita kurang keberanian untuk membahasnya," tambahnya.

Sejumlah aktivis yang geram membuat sebuah petisi di situs change.org yang  menyerukan langkah-langkah hukuman terhadap acara tersebut.

"Jangan menutupi kekerasan dalam rumah tangga dengan makeup, mengutuk agresor," kata petisi yang diposting oleh kelompok yang menyebut diri mereka Warga Peduli Maroko.

"Sebagai perempuan Maroko dan sebagai aktivis feminis di Maroko, dan atas nama semua orang Maroko, kami mencela pesan normalisasi dengan kekerasan terhadap perempuan. Kami menuntut sanksi berat terhadap acara ini," tambah petisi tersebut.

Mereka mendorong masyarakat untuk mendesak Otoritas Tinggi Audiovisual Komunikasi mengambil tindakan terhadap 2M.

Saluran televisi 2M kemudian meminta maaf dua hari setelah penanyangan dan menyebut bahwa tayangan tersebut tidak tepat.

Di bawah hukum Maroko sendiri, kekerasan dalam rumah tangga bukanlah jenis kejahatan. Menurut survei pemerintah yang dilakukan di 2009-2010, dua pertiga dari perempuan pernah mengalami kekerasan fisik, psikologis, seksual atau ekonomi. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya