Berita

Bendera ISIS/Net

Dunia

Sepenggal Cerita Mereka Yang Pernah Hidup Di Bawah Aturan ISIS

SENIN, 28 NOVEMBER 2016 | 18:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Hingga tiga pekan lalu, sebagian besar pelanggan yang datang ke Abu Osama, seorang dokter di Mosul Irak sebagian besar adalah militan ISIS yang membawa istri-istri dan anak-anak mereka untuk pengobatan dan perawatan.

Namun sekarang, sebagian besar pelangganya adalah pasukan keamanan Irak yang baru saja berhasil mengambil alih kembali wilayah Gogjali, Mosul yang sebelumnya berada di bawah kendali ISIS.

Abu Osama dan ribuan warga Mosul lainnya saat ini memulai kembali kehidupan baru setelah berhasil bebas dari pendudukan ISIS. Sebelumnya, mereka hidup dalam keterbatasan karena ISIS mengepung dan mereka terperangkap di dalamnya dengan sedikit akses ke luar.


"Apakah ISIS ataupun militer, pintu saya terbuka untuk setiap orang," kata Abu Osama.

"Bila musuh terburuk saya datang ke sini, saya juga harus menanganinya," tambahnya.

Pria 40 tahun itu tetap menjalankan apotek miliknnya kendati Mosul jatuh ke tangan ISIS. Pada saat itu, gaji yang ia terima sebagai karyawan Kementerian Kesehatan Irak dipotong oleh pemerintah. Hal itu dilakukan karena pemerintah berusaha untuk mematahkan dana untuk militan, yang menggelapkan gaji publik pekerja sektor di daerah yang mereka kuasai.

Para militan ingin Abu Osama bekerja untuk mereka di rumah sakit, tapi dia menolak karena itu. Pasalnya, dengan bergabung ke rumah sakit aka ia harus berjanji setia kepada ISIS. Padahal ia pribadi tidak setuju dengan ideologi garis keras mereka.

Menurut ideologi itu, penggambaran makhluk hidup tidak Islami karena dapat menyebabkan penyembahan berhala. Ia sempat dihardik para militan karena menampilkan poster dengan gambar bayi di dinding farmasi.

Menurut Abu Osama, semua obat-obatan yang ada di apotek miliknya berasal dari Suriah. Pedagang Suriah mengimpor obat-obatan China dan India murah melalui Turki. Kelompok ISIS kemudian membayarnya dan membawanya ke Mosul.

Saat obat-obatan tersebut datang ke rak-rak apoteknya, harganya menjadi tiga kali lipat lebih tinggi sehingga banyak orang yang tidak mampu membelinya, sehingga ia menjualnya secara kredit.

Namun karena wanita diwajibkan oleh ISIS untuk menutupi wajah mereka sepenuhnya, Abu Osama tidak bisa memastikan siapa saja yang berutang kepadanya apa.

Penduduk lokal lainnya mengatakan bahwa bila seorang pria terpisah dari istrinya di keramaian pasar, maka ia akan kesulitan menemukan istrinya karena semua wanita di pasar tersebut mengenakan pakaian yang sepenuhnya tertutup.

Ketika pasukan Irak mengambil wilayah Gogjali, dua orang militan meninggalkan dua istri mereka dan melarikan diri. Militer Irak mengidentifikasi wanita-wanita tersebut merupakan warga Rusia.

"Mereka luar biasa cantik," kata seorang militer Irak yang melakukan pengamanan.

Sementara itu warga lokal lainnya yang membuka toko grosir, Ammar, mengaku bahwa militan ISIS merupakan pelanggan terbaik mereka. Karena mereka memiliki lebih banyak uang daripada yang lainnya.

"Mereka mengobrol dengan kami dan mengatakan kami harus berjihad," ujarnya.

Semua barang yang dijual berasal dari Suriah, kata Ammar. Namun sekrang ada pemblokiran rute sehingga pasokan terganggu.

Sekrang mereka dan ribuan warga Gogjali lainnya bisa memulai kembali kehidupan baru mereka tanpa aturan ISIS yang tak masuk akal serta tanpa harus dihantui suara bom dan serangan. Demikian seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya