Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Hard Brexit Bisa Guncang Sektor Utama Ekonomi Inggris

SENIN, 28 NOVEMBER 2016 | 14:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Meninggalkan pasar tunggal akan merusak hampir setiap sektor perekonomian Inggris, mulai dari manufaktur, energi, hingga layanan ritel dan keuangan.

Begitu bunyi studi terbaru yang dibuat oleh Centre for Economics and Business Research yang didanai oleh aliansi politisi dari Partai buruh dan Liberal yang mencoba menghentukan hengkangnya Inggris secara kasar dari Uni Eropa (hard Brexit). Hengkangnya Inggris dari Uni Eropa dikenal juga dengan istilah Brexit.  

Studi tersebut menemukan bahwa setiap sektor yang menciptakan kekayaan utama di Inggris akan terkena dampak negatif bila terkena hambatan untuk perdagangan Uni Eropa. Sektor yang paling terpukul adalah manufaktur.


Sementara itu, sektor industri kreatif juga akan terhantam karena ada kontrol yang ketat dalam imigrasi.

Studi tersebut mengkaji konsekuensi dari Brexit yang secara otomatis juga meninggalkan pasar tunggal yang mendukung perjanjian perdagangan bebas.

Perdana Menteri Inggris Theresa May sendiri telah mengisyaratkan bahwa pihaknya tengah melakukan pendekatan sektoral agar imbas Brexit tidak terlalu mengguncang perekonomian Inggris.

Namun laporan terbaru justru menunjukkan adanya peringatan soal masa depan sektor-sektor utama penggerak ekonomi Inggris.

"Semua sektor utama yang terkait dengan Uni Eropa dan bisa dirugikan jika pemerintah Inggris berusaha mencari perjanjian perdagangan bebas yang diprioritaskan beberapa sektor atas yang lainya," kata laporan tersebut seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya