Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Fidel Castro Wafat, Donald Trump Segera Menjabat, Bagaimana Masa Depan Hubungan AS-Kuba?

SABTU, 26 NOVEMBER 2016 | 20:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Wafatnya pemimpin revolusioner Kuba, Fidel Castro akhir pekan ini membawa kemungkinan perubahan lebih lanjut untuk hubungan antara Kuba dengan Amerika Serikat yang belakangan ini mulai mencair.

Namun, kematia Castro terjadi jelang perbahan posisi di Gedung Putih, di mana Donald Trump akan akan menggantikan Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat.

Trump sendiri merupakan sosok yang kerap mengkritik langkah Obama dalam upayanya memperbaiki hubungan diplomatik serta perdagangan dengan Kuba.


Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi lokal CBS di Miami Oktober lalu, Trump menyebut bahwa langkah Obama untuk menormalisasi hubungan dengan Kuba merupakan perjanjian yang lemah.

Dalam kesempatan lainnya, yakni kampenye September lalu di Miami, Trump pernah mengecam perubahan kebijakan Kuba.

Sebastián Arcos, direktur dari Kuba Research Institute di Florida International University menyebut bahwa Kuba menantikan masa depan yang lebih baik dengan perbaikan hubungan diplomatik Havana-Washington.

"Mereka (warga Kuba) melihat perubahan dengan optimisme, untuk alasan sedehana, mereka memahami bahwa masalah di Kuba adalah hasil dari permusuhan dari Amerika Serikat," katanya seperti dimuat CNN.

"Ketika Presiden mengatakan tidak ada lagi ada permusuhan, mereka optimis tentang perubahan," tambahnya.

Namun demikian, Arcos menyebut bahwa Kuba condong dengan capres dari Partai Demokrat yakni Hillary Clinton. Pasalnya, ia dan Obama berasal dari partai yang sama dan meyakini bahwa kemungkinan besar kebijakan di bawah Obama akan dilanjutkan oleh Hillar.

"Mesin propaganda Kuba mempromosikan Hillary Clinton," katanya.

Hillary jugalah yang dalam kampanyenya menggangungkan untuk mengangkat embargo Amerika Serikat atas Kuba.

Sedangkan Trump berada di posisi sebaliknya, dan banyak analis yang menyebut bahwa kemungkinan kebijakan Trump atas Kuba adalah menjungkirbalikan langkah Obama selama ini untuk perbaikan hubungan dengan Kuba. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya