Berita

Trump dan Hillary/The Guardian

Dunia

Capres Green Party AS Galang Dana Demi Tuntut Hitung Ulang Hasil Pemilu

JUMAT, 25 NOVEMBER 2016 | 19:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jill Stein, kandidat presiden dari Green Party Amerika Serikat tengah bersiap untuk menuntut hitung ulang hasil pemilu Amerika Serikat kemarin di sejumlah negara bagian yang menjadi medan pertempuran dua kandidat.

Stein meluncurkan halaman penggalangan dana secara online untuk menumpulkan dana jutaan dolar yang diperlukan untuk meminta review dari perhituangan suara di negara bagian Michigan, Pennsylvania dan Wisconsin.

Sejauh ini, langkah tersebut telah berhasil mengumpulkan lebih dari 4,5 juta dolar AS.


Dalam situs penggalangan dana tersebut, dijelaskan bahwa dana yang diperlukan untuk mereview hasil pemilu di tiga negara bagian itu berkisar antara 6 hingga 7 juta dolar AS.

Stein mengatakan bahwa langkah itu ia ambil karena ia menilai ada bukti kuat anomali voting dan bahwa analisis data telah menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam perolehan suara yang dirilis oleh otoritas negara.

"Keprihatinan ini perlu diselidiki sebelum pemilihan presiden 2016 bersertifikat," katanya dalam sebuah pernyataan.

Donald Trump diketahui meraih kemenangan tak terduga dan dengan selisih sempit atas Hillary Clinton di Pennsylvania dan Wisconsin awal bulan ini dan belum dinyatakan menang di Michigan, di mana hasil akhir belum diumumkan.

Stein dan kampanyenya dibuat jelas mereka bertindak karena mereka ingin memastikan hasil pemilu yang otentik.

Beberapa negara bagian di Amerika Serikat memungkinkan setiap calon yang berada di surat suara untuk meminta penghitungan ulang.

Jumat adalah batas waktu untuk meminta penghitungan ulang di Wisconsin, di mana marjin memenangkan Trump berdiri di 0,7 persen. Di Pennsylvania, di mana margin adalah 1,2 persen, batas waktu jatuh pada hari Senin. Di Michigan, di mana memimpin Trump saat ini hanya 0,3 persen, batas waktu adalah Rabu 30 November. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya