Berita

Perjanjian damai Kolombia-FARC di Kuba dua bulan lalu/BBC

Dunia

Kolombia Siapkan Perjanjian Damai Baru Dengan Pemberontak FARC

RABU, 23 NOVEMBER 2016 | 12:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Kolombia berencana membuat perjanjian baru dengan kelompok pemberontak FARC lusa (Kamis, 24/11).

Langkah tersebut diambil setelah kesepakatan sebelumnya ditolak dalam referendum bulan lalu.

Perjanjian perdamaian baru yang direvisi mendatang selanjutnya akan diserahkan kepada kongres untuk disetujui dan tidak melalui proses pemungutan suara seperti yang sebelumnya dilakukan.


"Kami memiliki kesempatan unik untuk menutup bab menyakitkan dalam sejarah kita ini di mana jutaan warga Kolombia berduka dan menderita selama setengah abad," kata Presiden Kolombia Juan Manuel Santos dalam pidatonya di televisi nasional Kolombia.

Diketahui bahwa perjanjian damai yang pertama ditandatangani dua bulan lalu setelah negosiasi beberapa tahun terakhir dengan mediasi Kuba. Namun perjanjian itu ditolak dalam sebuah refendum yang digelar pada 2 Oktober lalu.

Kelompok oposisi mengatakan bahwa perjanjian damai itu masih belum cukup jauh menjangkau penghukuman bagi pemberontak atas pelanggarah hak asasi manusia.

Perjanjian itu sendiri bertujuan untuk mengakhiri lebih dari 50 tahun perang saudara, di mana lebih dari 220.000 orang telah tewas. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya