Berita

Ilustrasi/The Guardian

Dunia

Gereja Katolik Rwanda Minta Maaf Pernah Terlibat Dalam Pembantaian 1994

SENIN, 21 NOVEMBER 2016 | 16:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gereja Katolik di Rwanda menyampaikan permintaan maaf pada akhir pekan kemarin atas peran gereja pada genosida yang terjadi di negara tersebut tahun 1994.

Pihak gereja mengatakan bahwa mereka menyesalkan tindakan pihak mereka yang terlibat dalam pembataian.

"Kami mohon maaf atas semua kesalahan di mana gereja berkomitmen. Kami mohon maaf atas nama semua orang Kristen untuk semua bentuk kesalahan yang mana kami berkomitmen. Kami menyesal bahwa anggota gereja melanggar sumpah kesetiaan mereka kepada perintah-perintah Tuhan," kata pernyataan yang dikeluarkan oleh Konferensi Uskup Katolik, yang dibacakan di paroki-paroki di seluruh negeri.


Pernyataan itu mengakui bahwa anggota gereja pernah terlibat dalam perencanaan, membantu serta melakukan genosida di mana lebih dari 800 ribu etnis Tutsu dan Hutu moderat yang dibunuh oleh ekstrimis Hutu pada tahun 1994.

Pada tahun-tahun sejak genosida yang dipicu oleh kecelakaan pesawat perdebatan yang menewaskan presiden, Juvenal Habyarimana dari etnis Hutu, gereja lokal telah menolak upaya pemerintah dan kelompok korban untuk mengakui keterlibatan gereja dalam pembunuhan massal, mengatakan mereka pejabat gereja yang melakukan kejahatan bertindak secara individual.

Menurut beberapa korban selamat, banyak korban tewas di tangan imam, pendeta dan biarawati pada saat itu. Banyak dari mereka yang meninggal di gereja di mana mereka mencari perlindungan. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya