Berita

Ilustrasi/The Guardian

Dunia

Sebagian Pengungsi Anak Pindahan Dari Calais Mengaku Jadi Pekerja Paksa

SABTU, 19 NOVEMBER 2016 | 23:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejumlah pengungsi anak yang dikirim dari kamp pengungsi Calais di Perancis bukannya merasa aman di tempat yang baru, justru dipaksa bekerja.

Menurut hasil wawancara hukum dengan sejumlah anak dari kamp tersebut yang hidup tanpa wali menunjukkan adanya dugaan bahwa mereka dipaksa menjadi pekerja tak dibayar.

Mereka mengaku takut menolak pekerjaan karena takut membahayakan peluang mereka untuk mencari suaka di Inggris.


Dari 33 anak laki-laki yang diwawancarai oleh badan amal, Safe Passage UK, seperempat dari mereka mengatakan bahwa mereka tidak diberi pakaian bersih.

Salah satu mereka yang tinggal di sebuah kamp di Perancis mengatakan bahwa ia dipaksa bekerja memetik apel sepanjang hari.

"Kami dibiarkan memakan (apel) yang busuk. Sisanya dibawa pergi untuk dijual di Perancis. Kami hanya ingin bersama keluarga kami di Inggris," begitu kutipan wawancara dengan anak tersebut.

Sedangkan anak lainnya mengatakan bahwa dipaksa untuk memilih buah yang kualitas baik setiap harinya.

"Kami takut untuk tidak melakukannya dalam kasus itu mempengaruhi klaim suaka kami. Bagaimana jika mereka tidak membiarkan saya tinggal di sini dan menendang saya keluar?" kata anak lainnya.

Juli lalu Perdana Menteri Inggris yang baru Theresa Mei bersumpah untuk membuat masalah pengungsi anak ini menjadi prioritas untuk membersihkan dunia dari kejahatan biadab dan perbudakan modern. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya