Berita

Ilustrasi/

Dunia

Anak-anak Migran Di Pusat Penampungan Ini Dibatasi Gunakan Krayon

JUMAT, 18 NOVEMBER 2016 | 17:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Anak-anak migran di salah satu pusat penampungan swasta di Karnes Amerika Serikat kabarnya dibatasi untuk bermain dengan krayon.

Hal itu disampaikan oleh juru bicara untuk Pusat Pendidikan dan Pelayanan Hukum Imigran Amerika Serikat (Raices).

Pembatasan tersebut diterapkan setelah sejumlah staff di salah satu pusat penampungan pengungsi paling kontroversial di Amerika Serikat itu menuduh anak-anak tersebut melakukan sejumlah kerusakan properti seperti meja dengan krayon saat mereka sedang bermain.


Diketahui bahwa pusat penampungan di Karnes merupakan satu dari tiga fasilitas federal yang menampung pengungsi yang sebagian besar ibu-ibu dan anak-anak. Di penampungan itu tercatat ada sekitar 600 orang.

Grup GEO, perusahaan keamanan global yang mengoperasikan pusat tersebut menekankan bahwa krayon, mainan dan buku yang disumbangkan kepada anak-anak digunakan oleh mereka. Namun hanya anak-anak yang bermain di area visitor yang penggunaan krayon dibatasai.

Barbara Hines seorang profesor di University of Texas dan anggota Raices mengatakan bahwa aturan tersebut tidak proporsional.

"Menggunakan kelakuan anak-anak menggunakan pewarna sebagai alasan perusakan properti sama sekali tidak pantas," tegasnya seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya