Berita

Ahmad Doli Kurnia/Net

Nusantara

PILKADA JAKARTA

Usai Ditetapkan Tersangka, Ahok Disarankan Mundur Dari Pencalonan

RABU, 16 NOVEMBER 2016 | 12:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bareskrim Polri telah menetapkan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama, untuk itu Ahok disarankan untuk mundur dari pencalonan sebagai calon gubernur di Pilkada DKI 2017.

"Ahok sebaiknya mundur dari pencalonannya sebagai cagub dan tidak pantas lagi untuk menjadi pemimpin apapun di republik ini," ujar politisi muda Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam keterangan tertulisnya sesaat lalu, Rabu (16/11).

Doli mengatakan bahwa secara moral Ahok sesungguhnya sudah terhukum dengan reaksi kemarahan dan tuntutan jutaan masyarakat agar ditangkap karena telah melakukan penistaan agama. Ditambah lagi hari ini Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka dan apabila dimelihat yurisprudensi kasus penistaan agama sebelumnya, maka dapat dipastikan Ahok menjadi terdakwa.


"Hanya kekuatan politik besar saja yang masih bisa melindunginya dari jerat peradilan hukum yang akan berjalan," sambungnya.

Doli melanjutkan, sebagai orang yang selalu menggunakan istilah Pancasila, Ahok seharusnya sadar telah melakukan perbuatan yang sangat bertentangan dengan Pancasila.

"Seharusnya malu, terpukul, dan mengundurkan diri. Apabila tidak, berarti dia selama ini hanya 'mempolitisasi' Pancasila untuk kepentingannya," pungkas Doli. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya